ICMI Sulsel Diskusi Ramadan: Moderasi dalam Perspektif Al-Quran
Prof Arismunandar menegaskan Ramadan menjadi momentum untuk memperbanyak program sosial dan keagamaan.
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Sulawesi Selatan menggelar Diskusi Jelang Berbuka Puasa bertajuk “Apa Kata Al-Qur'an tentang Moderasi (Wasatiyah)” di Aula Rumah Sakit Umum YAPIKA, Samata, Gowa.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (24/03/2025) ini menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. H.M. Ghalib, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar yang juga Wakil Ketua ICMI Sulsel, Prof. Arifuddin Ahmad, menjadi narasumber utama dalam diskusi ini.
Prof. Ghalib mengulas konsep moderasi dalam Islam dengan merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 143, yang menjelaskan umat Islam berada di posisi tengah atau moderat.
Ia juga menyoroti munculnya kelompok radikal yang sering menggunakan kekerasan dalam praktik keberagamaannya, sehingga peran ICMI menjadi sangat penting dalam membangun pemahaman Islam yang wasatiyah atau moderat.
Sementara itu, Prof. Arifuddin Ahmad menjelaskan konsep wasatiyah dalam tiga dimensi utama, yakni nilai, sikap, dan tindakan.
Ia menegaskan bahwa sebagai wasit atau penengah, umat Islam harus terus meningkatkan kapasitasnya, termasuk dalam aspek ekonomi agar memiliki kekuatan dalam menjaga keseimbangan sosial.
Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Amruddin AE ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta.
Sebelum diskusi dimulai, Dr. Burhan Tahir selaku tuan rumah dan pemilik Yapika Grup menyampaikan sambutan.
Ia menuturkan kegiatan buka puasa bersama ini telah menjadi agenda rutin, di mana tahun lalu juga diselenggarakan bersama ICMI Sulsel.
Ketua ICMI Sulsel, Prof Arismunandar, menegaskan Ramadan menjadi momentum untuk memperbanyak program sosial dan keagamaan.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Gerakan Wakaf 10.000 Al-Qur’an, yang didistribusikan ke masjid dan pesantren yang terdampak bencana banjir di Sulawesi Selatan.
Hingga saat ini, sebanyak 760 mushaf Al-Qur’an telah disalurkan ke 16 sekolah dan pesantren yang terkena dampak banjir bandang Februari 2025.
“Bulan Ramadan adalah momen terbaik untuk berbagi dan meningkatkan ibadah. Melalui gerakan wakaf ini, kami ingin membantu sekolah-sekolah yang terdampak bencana agar para siswa tetap dapat belajar dan memperdalam ilmu Al-Qur’an,” ungkap Prof. Arismunandar.
Ia menambahkan bahwa distribusi wakaf ini akan terus digulirkan berdasarkan kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.
| Pemkab Gowa Siapkan 16 Titik Lahan untuk Pembangunan KDMP Kodam XIV/Hasanuddin |
|
|---|
| Bupati Gowa Optimistis Butta Bersejarah Jadi Lumbung Pangan |
|
|---|
| Pangdam Hasanuddin Apresiasi Dukungan Pemkab Gowa untuk Program KMP |
|
|---|
| Program CSR Jumat Berbagi, GMTD Libatkan UMKM Lokal di Kawasan Tanjung Bunga |
|
|---|
| Setor Dividen Rp3,49 Miliar, Bupati Gowa Minta Perumda AM Tirta Jeneberang Tingkatkan Layanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-ICMI-Sulsel-Prof-Arismunandar-3443435.jpg)