Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinas BMBK Sulsel Siapkan Posko Siaga Antisipasi Longsor dan Genangan di Arus Mudik

Posko ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus mudik dengan memantau titik-titik berpotensi bahaya, khususnya longsor.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH
BMBK SULSEL - Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel Irawan Dermayasamin di Kantor Gubernur Sulsel pada Selasa (25/3/2025). Irawan mengaku posko juga didirikan Dinas BMBK Sulsel memastikan mudik lancar. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka posko siaga untuk memonitor kondisi ruas jalan, terutama di daerah-daerah rawan longsor. 

Posko ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus mudik dengan memantau titik-titik berpotensi bahaya, khususnya longsor.

"Sesuai hasil rapat bersama, kami menyiapkan posko di beberapa wilayah. UPT kami ada 6 wilayah, dan di beberapa kabupaten, kami siapkan posko siaga," kata Kepala Bidang Preservasi Jalan Dinas BMBK Sulsel, Irawan Dermayasamin, di Kantor Gubernur Sulsel pada Selasa (25/3/2025).

Dengan cuaca buruk yang melanda Sulsel beberapa hari terakhir, yang membawa hujan deras, Dinas BMBK Sulsel telah menyiagakan alat berat di beberapa titik rawan longsor.

"Walaupun tidak semua posko dilengkapi alat berat, kami tetap siaga. Jika ada titik yang mendesak, kami akan segera menangani," tambah Irawan.

Ia menjelaskan, alat berat sudah disiapkan di Makassar, Luwu, dan Luwu Toraja. Selain untuk mengantisipasi longsor, alat berat tersebut juga akan digunakan untuk meminimalkan genangan yang terjadi akibat buruknya kondisi drainase.

"Jika ada ruas jalan tergenang, kami siap turun untuk melakukan penanganan," ujarnya.

Posko ini akan beroperasi selama Lebaran, mulai dari arus mudik hingga arus balik. Setiap UPT memiliki beberapa kabupaten yang akan diawasi dengan posko yang tersebar di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Andi Erwin Terwo, mengungkapkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan berlangsung mulai 28 Maret 2025. "Kami ingin mengingatkan bahwa puncak mudik terjadi antara 28 hingga 30-31 Maret," kata Andi Erwin Terwo.

Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 6 hingga 7 April 2025.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalur-jalur mudik, khususnya di jalur lintas daerah yang cukup padat, Dishub Sulsel telah menyiapkan strategi khusus.

Jalur-jalur padat seperti yang mengarah ke Sulsel bagian utara, mulai dari Makassar hingga Parepare, akan dipantau ketat. 

Pemudik yang menuju wilayah Sulsel bagian utara dan Sulawesi Barat akan melewati jalur ini, dan kendaraan akan terurai di Parepare.

"Pemudik arah Pinrang, Enrekang, atau Sulbar akan melintasi jalur tertentu, sementara yang menuju Sidrap, Wajo, dan Palopo akan terurai ke jalur lainnya," kata Andi Erwin.

Ia juga menambahkan, ada beberapa jalur yang perlu diwaspadai, seperti jalur utara, selatan, dan Mamminasata.

"Arus mudik di Makassar-Parepare diperkirakan yang paling tinggi," ujar Andi Erwin. 

Sementara jalur selatan, seperti Makassar-Bulukumba, relatif aman berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved