Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahukah Anda? Garam, Ternyata Hadiah Nabi Ibrahim ke Nabi Muhammad atas Se-Izin Langsung dari Allah

Pada dasarnya air yang ada di dalam bumi ini tidaklah asin baik masa Nabi Adam AS dan Nabi yang lain. 

Tayang:
Editor: Sakinah Sudin
Freepik.com/ jcomp
ASAL MUASAL GARAM - Ilustrasi garam. Ternyata, garam merupakan hadiah Nabi Ibrahim alaihissalam (AS) kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) atas se-Izin langsung dari Allah SWT 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tahukah Anda asal usul garam?

Ternyata, garam merupakan hadiah Nabi Ibrahim alaihissalam (AS) kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) atas se-Izin langsung dari Allah SWT.

Hal itu terungkap dalam Kitab Annawadir.

Kitab Annawadir adalah kitab yang membahas tentang sejarah dan kebudayaan kota Mekah, serta berisi berbagai kisah dan cerita tentang kehidupan di kota tersebut.

Kitab Annawadir merupakan karangan Al-Azraqi, seorang ulama dan sejarawan Islam abad ke-9.

Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kitab tersebut adalah karangan Abu Bakar Al-Azraqi, seorang ulama dan sejarawan Islam lainnya.

Dalam kitab an-Nawadir, ada salah satu kisah yang unik tentang sejarah awal mula terjadinya garam yang ternyata kisah tersebut berawal dari kebaikan dan keinginan Nabi Ibrahim AS untuk memberikan sebuah hadiah dan kenang-kenangan bagi seluruh umat Nabi Muhammad SAW hingga hari kiamat.

Berikut kisah di dalam kitab tersebut:

Pada dasarnya air yang ada di dalam bumi ini tidaklah asin baik masa Nabi Adam AS dan Nabi yang lain. 

Sehingga dikisahkan sesungguhnya Nabi Ibrahim AS, pada satu kesempatan ingin menjadikan sebuah hadiah dan kenang- kenangan bagi umat Nabi Muhammad SAW hingga hari kiamat.

Maka Allah SWT. berfirman, “Wahai Nabi Ibrahim sesungguhnya engkau tidak sanggup berbuat demikian.” Maka Nabi Ibrahim AS. berkata, “Wahai Tuhanku! Engkau lebih mengetahui dengan keadaanku dan engkau berkuasa mengabulkan seluruh permintaanku maka terimalah permintaanku.”

Maka Allah SWT. memerintahkan malaikat Jibril untuk membawa segenggam kapur dari surga dan menaiki gunung Abi Qubais lalu meniupkan kapur tersebut ke udara, kemudian Malaikat Jibril melakukan perintah Allah SWT.

Maka berhamburan dan tersebarlah kapur tersebut ke seluruh penjuru bumi, setiap tempat yang terjatuh kapur akan menjadi asin hingga hari kiamat.

Begitu juga air laut menjadi asin salah satu penyebabnya adalah garam yang ditiupkan oleh malaikat Jibril atas perintah Allah SWT.

Jadi, seluruh garam yang kita temui di dalam bumi ini merupakan jamuan atau kenangan dari Nabi Ibrahim AS untuk umat Nabi Muhammad SAW hingga datangnya hari kiamat.

Maka, bersyukurlah dengan adanya garam di dalam bumi ini yang faedahnya cukup banyak dan sudah dirasakan oleh seluruh umat manusia di dalam bumi ini.

Sumber: An-Nawadir, Cet. Haramain, h. 135. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved