Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadhan 2025

Masjid Islamic Center Dato Tiro Jadi Tempat Belanja dan Jalan-jalan

Masjid Islamic Center Dato Tiro di Bulukumba kini jadi tempat belanja dan ngabuburit, dengan Pasar Ramadan yang ramai setiap hari.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
Samsul Bahri/Tribun Timur
PASAR RAMADAN - Suasana Masjid Islamic Center Dato Tiro, Jl Sultan Hasanuddin, Selasa (11/3/2025). Masjid Islamic Center Dato Tiro kini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat Pasar Ramadan yang ramai dikunjungi masyarakat. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU Masjid Islamic Center Dato Tiro, yang terletak di Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat. 

Masjid ini juga memiliki peran sosial, seni, dan mendukung perekonomian masyarakat sekitar.

Pengelola masjid membuka Pasar Ramadan di lantai 1 Masjid Islamic Center. Pasar ini buka setiap hari, mulai pagi hingga larut malam setelah Salat Tarawih.

"Pasar ini dibuka sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran," kata Sekretaris Islamic Center Dato Tiro, Fachrurazi Haris, Selasa (11/3/2025).

Pasar Ramadan ini didominasi oleh pedagang pakaian dan kurma, sementara di sisi depan kanan-kiri terdapat pedagang kuliner. 

Masyarakat ramai berbelanja dan jalan-jalan di pasar tersebut, terutama mulai siang hingga menjelang waktu berbuka puasa. 

Masjid Islamic Center juga menjadi tempat ngabuburit bagi masyarakat Bulukumba.

Masjid ini juga menjadi tempat ibadah dan istirahat bagi pelintas antar daerah di Sulawesi Selatan sebelum melanjutkan perjalanan. 

Keindahan dan kemegahan masjid membuat masyarakat senang berkunjung, menjadikannya kebanggaan Bulukumba.

Dibangun Tahun 2003

Masjid ini mulai dibangun pada 4 Februari 2003, ketika Bupati Bulukumba, Andi Patabai Pabbokori, merintis pembangunan masjid. 

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Sulsel, HA. Amin Syam (almarhum), bersamaan dengan pembangunan gedung DPRD Bulukumba yang terletak tepat di depan masjid.

Selama sekitar 10 tahun, pembangunan masjid terhenti.

 Hanya pondasi dan tiang cor yang ada, yang mulai ditumbuhi lumut hitam dan alang-alang setelah Andi Patabai Pabbokori tidak menjabat lagi sebagai bupati. 

Pada tahun 2010, pembangunan masjid kembali dilanjutkan oleh Bupati Bulukumba yang baru, H. Zainuddin Hasan.

Zainuddin Hasan tidak tenang melihat terbengkalainya pembangunan masjid, sehingga memulai kembali proyek tersebut. 

Pembangunan masjid ini dibiayai dengan donasi dari berbagai pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengusaha konstruksi.

Pada 1 Ramadan 2014, masjid ini akhirnya diresmikan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. 

Sejak saat itu, masjid ini digunakan hingga kini.

Masjid ini memiliki dua lantai dengan kapasitas total 10.000 jamaah (5.000 di lantai 1 dan 5.000 di lantai 2). 

Fasilitas lainnya termasuk tempat parkir yang luas, perpustakaan, dan pengawasan oleh Satpol PP serta kamera CCTV yang terpasang di seluruh area masjid.

Awalnya, masjid ini bernama Masjid Islamic Center Bulukumba

Namun, setelah disetujui oleh DPRD Bulukumba, nama masjid diubah menjadi Masjid Islamic Center Dato Tiro

Nama ini diambil dari ulama pertama di bagian selatan Sulawesi Selatan, khususnya Bulukumba, yang menyebarkan Islam hingga ke Sinjai. 

Nama lengkap Dato Tiro adalah Abdul Jawal Khatib Bungsu, asal Sumatera.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved