Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karier Moncer Teddy Indra Wijaya dari Ajudan Prabowo Kini Letnan Kolonel

Teddy Indra Wijaya jadi orang pertama di angkatannya Akmil 2011 menyandang pangkat Letkol atau dua melati

Editor: Ari Maryadi
Tribunnews.com
KENAIKAN PANGKAT - Peneliti HAM dan Sektor Keamanan SETARA Institute Ikhsan Yosarie memandang TNI perlu terbuka terkait kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol). Kenaikan pangkat dari Mayor ke Letkol yang dialami Teddy Indra Wijaya perlu dijelaskan kepada publik. 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Karier moncer Teddy Indra Wijaya setelah jadi ajudan Menteri Pertahanan di era Prabowo Subianto.

Setelah jadi ajudan Prabowo, Teddy Indra Wijaya dipercaya masuk kabinet merah putih.

Jabatannya Sekretaris Kabinet.

4 bulan setelah masuk kabinet, pangkat Teddy Indra Wijaya naik dari mayor menjadi letnan kolonel.

Teddy Indra Wijaya jadi orang pertama di angkatannya Akmil 2011 menyandang pangkat Letkol atau dua melati.

Peneliti HAM dan Sektor Keamanan SETARA Institute Ikhsan Yosarie memandang TNI perlu terbuka terkait kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dari Mayor menjadi Letnan Kolonel (Letkol).

Menurut dia, pada dasarnya kenaikan pangkat bagi prajurit TNI adalah hal yang wajar.

Hal tersebut, kata Ikhsan, sebagaimana diatur dalam Pasal 26 ayat (1) PP Nomor 39 tahun 2010 tentang Administrasi Prajurit TNI, bahwa "Setiap Prajurit memperoleh kesempatan untuk mendapat kenaikan pangkat berdasarkan prestasinya sesuai dengan pola karier yang berlaku dan memenuhi persyaratan yang ditentukan".

Namun, lanjut dia, terdapat ketentuan yang eksplisit dalam Pasal tersebut yakni berdasarkan prestasinya sesuai dengan pola karier yang berlaku dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. 

Dalam konteks ini, menurut dia, kenaikan pangkat dari Mayor ke Letkol yang dialami Teddy Indra Wijaya perlu dijelaskan kepada publik.

Penjelasan tersebut menurutnya sangat diperlukan bukan hanya sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi tata kelola di TNI, tetapi juga untuk memastikan bahwa kenaikan pangkat itu tidak diwarnai unsur politik dan kekuasaannya mengingat Teddy saat ini tengah berada di jabatan sipil, bukan dinas kemiliteran.

Dengan demikian menurut dia kenaikan pangkat tersebut berpotensi minim unsur kemiliterannya.

"Keterbukaan TNI atas kenaikan pangkat ini juga perlu dilakukan guna meminimalisir potensi kecemburuan di tengah para perwira menengah (Pamen) TNI," ungkap Ikhsan saat dihubungi Tribunnews.com pada Jumat (7/3/2025).

"Sebab kenaikan pangkat yang dipermudah karena dekat dengan kekuasaan, tentu akan berdampak negatif (baca: kecemburuan) terhadap Pamen lainnya yang selama ini lebih akrab dengan medan lapangan atau hal-hal berbasis kemiliteran lainnya," lanjut dia.

Dia memandang kenaikan pangkat Teddy juga menimbulkan tanda tanya dalam segi Masa Dinas Perwira.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved