Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Apakah Boleh Puasa Tanpa Sahur? Penjelasan Hadis dan Keutamaan Sahur

Sahur bukan hanya sekadar makan dan minum, tapi juga merupakan amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Editor: Hasriyani Latif
Grafis Tribun Timur/Muhlis
MAKAN SAHUR - Ilustrasi persiapan makan sahur. Makan sahur sebelum puasa Ramadhan 2025 memiliki banyak manfaat dan keberkahan. 

Hal ini sebagaimana diterangkan dalam riwayat hadis Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan:
 
دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال: «هل عندكم شيء؟» فقلنا: لا، قال: «فإني إذن صائم»

“Suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami, dan bertanya, ‘Apakah kalian punya makanan?‘ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian beliau bersabda: “Kalau begitu, saya akan puasa.”. (HR. Muslim 1154, Nasai 2324, Tirmudzi 733).

Dari hadis di atas menjelaskan, Rasulullah SAW mendatangi Aisyah di pagi hari.

Lalu beliau menanyakan kepada Aisyah ketersediaan makanan di rumah untuk sarapan.

Dalam hal ini artinya Rasulullah tidak memiliki niat puasa ketika itu.

Aisyah pun menjawab bahwa di rumah tak ada makanan, lalu Nabi pun melakukan puasa.

Dari hadis inilah menunjukkan pada malam hari Nabi tidak makan sahur.

Karena pada malam itu tidak ada keinginan beliau berpuasa. Namun beliau menyatakan puasa di pagi hari tanpa makan sahur.

Keutamaan Makan Sahur

Rasulullah SAW menganjurkan makan sahur karena dapat dilihat dari fungsinya, sahur memiliki keutamaan memberi asupan makanan tubuh, dalam hal kesehatan.
 
Berpuasa bukan berarti menyiksa diri, melainkan juha memberikan detoks dalam tubuh.

Oleh karena itu, tak ada salahnya juga mengutamakan makan sahur untuk menjalankan puasa.

Berikut ini keutamaan makan sahur untuk kesehatan tubuh selama puasa Ramadhan, dikutip dari muslim.or.id.

1. Menyantap sahur di bulan Ramadhan berarti menegakkan sunah Nabi Muhammad SAW dan mendatangkan pahala bagi yang mengerjakannya.

2. Ibu hajar Rahimahullah menjelaskan, soal banyaknya keutamaan makan sahur. Selain meneladani Rasulullah, makan sahur juga bentuk menyelisihi puasanya ahli kitab. “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim)

3. Makan sahur akan menguatkan badan orang yang mengerjakan puasa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved