Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Blak-blakan Tenri Palallo 5 Bulan Dibalik Jeruji: Banyak Perempuan yang Tak Dapat Keadilan!

Tenri A Palallo dinyatakan tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Perpustakaan Kota Makassar. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Eks Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Tenri A Palallo dalam. program Ngobrol Virtual Tribun Timur, Senin (17/2/2025).  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tenri A Palallo, Eks Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar bersyukur dapat rahmat dari sang Esa bisa lepas dari jeratan kasus yang menghakiminya. 

Tenri A Palallo dinyatakan tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Perpustakaan Kota Makassar

Tenri pun terbebas dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 25 September lalu usai lima bulan ditahan. 

Bagi Tenri ini adalah pengalaman pahit sekaligus pelajaran berharga yang didapat semasa hidupnya. 

Itulah risiko menjadi pejabat pemerintah kata eks Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar ini. 

"Pelajaran terbesar PNS harus waspadai dirinya, sebelum ditersangkakan kita sebenarnya sudah tersangka. Maka kita harus siap, itu risiko jabatan. Yang tahu kita benar atau tidak itu hanya diri sendiri," ucap Tenri A Palallo dalam Program Ngovi Tribun Timur. 

Program ini ditayangkan melalui youtube dan fanpage Tribun Timur, Senin (17/2/2025). 

Tenri mengakui, tak setetes pun air matanya keluar usai ditetapkan sebagai tersangka.

Ia bahkan baru betul-betul menyadari bahwa dirinya sudah ada di balik jeruji besi pada hari keeempat. 

Terpisah dengan keluarga, itu yang paling menyakitkan kata Tenri.

Untungnya mereka selalu menguatkan dan mengokohkan pundaknya dengan dukungan yang diberikan tanpa jeda. 

Lima bulan lamanya menjadi tahanan, Tenri menyelami banyak masalah yang dihadapi para perempuan warga binaan. 

Persoalan perempuan yang selama ini ia hadapi saat menjadi kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak rupanya masih banyak yang tidak nampak. 

Mayoritas perempuan yang ada dalam kerangka besi tersebut adalah perempuan yang tidak memiliki bekingan atau power yang kuat. 

"Dari situ dalam 5 bulan saya temukan banyak pelajaran dalam rutan. Hari itu ada 160 tahanan perempuan dengan menggunakan kamar rata-rata tiap kamar 24 orang," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved