Opini
Nishfu Syaban, Haul Puang Ramma dan Tips Menghadapi Ramadan
Keutamaan Nishfu Syaban adalah Allah SWT menetapkan takdir hamba-Nya untuk tahun yang akan datang.
Oleh:
Mahmud Suyuti
Katib ‘Am Jam’iyah Khalwatiyah
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari ini Jumat (14/2) bertepatan dengan 15 Syaban 1446 H yakni Nishfu Syaban sekaligus menjadi momen haul ke-19 Syekh Sayyid Djamaluddin Assegaf Puang Ramma salah satu muassis Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan.
Nishfu artinya pertengahan dan Syaban adalah bulan ke-8 Hijriah, bulan menuju pintu Ramadan.
Jadi sekira 15 hari lagi kita memasuki bulan suci, bulan puasa, syahrur shiyam atau syahrur Ramadan.
Keutamaan Nishfu Syaban adalah Allah SWT menetapkan takdir hamba-Nya untuk tahun yang akan datang.
Karena itu dianjurkan banyak berdoa agar ikhtiar kita pada tahun Hijriah berikutnya lebih baik dari sekarang.
Kita berdoa dengan harapan amal baik yang telah berlalu diterima di sisi-Nya dan secara khusyu’ menengadahkan tangan sambil berdoa Ya Allah berikanlah kemudahan dalam urusan kami, lancarkan rezki kami secukupnya, bahagiakan kami bersama keluarga dan berkahilah hidup kami.
Doa yang senantiasa keluar dari bibir Nabi SAW pada momen Syaban adalah Allahumma Barik Lana fi Sya’ban wa Balligna Ramadan (Ya Allah, berkahi kami di bulan Syaban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadan).
Banyak dalil tentang keutamaan berdoa saat Nishfu Syaban, apalagi hari ini adalah Jumat disebut dengan sayyidul ayyam (penghulu hari) waktu mustajab untuk berdoa.
Hari Jumat juga pahala sedekah dilipatgandakan sehingga mereka yang paham tentang ini memberi makan kepada orang yang melaksanakan salat Jumat dengan cara membagi nasi dos di masjid-masjid pada hari Jumat.
Selain berbagi nasi, snack plus minuman sebagai sedekah Jumat yang besar pahalanya adalah menginfakkan harta melalui celengan, kotak amal yang disiapkan oleh pengurus masjid.
Dengan begitu memperbanyak doa dan sedekah pada Nishfu Syaban yang bukan secara kebetulan saat ini bertepatan hari Jumat sangatlah berberkah dan menjadi jalan utama untuk membuka pintu rezki bagi yang mengamalkannya.
Demikian mulianya dan berbagai keutamaan Nishfu Syaban maka amalan yang didawamkam para ulama, khususnya masyaikh tarekat adalah salat sunnat dua rakaat dengan niat Ushalli Sunnatan Nishfu Sya’ban Rak’ataini Lillahi Ta’ala (Saya berniat salat sunnah Nishfu Syaban dua rakaat karena Allah SWT).
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
| Makna Filosofis Sejarah Pohon Sawo Ditanam Presiden Soekarno Awal Tahun 1965 di Badiklat Kejaksaan |
|
|---|
| Manajemen Talenta: Harapan Baru Birokrasi Sulsel? |
|
|---|
| Fantasi Kerugian 1 Triliun Dalam Kasus Kuota Haji |
|
|---|
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/opini-mahmud-suyuti-1.jpg)