Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diteror Penjual Online Pemuda Kindang Bulukumba Dilaporkan Hilang, Ternyata Sembunyi di Hutan

Rabu (12/2/2025), tim TRC bersama kerabat Sultan menjumpainya di dalam hutan di sebuah rumah-rumah kecil.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Alfian
Istimewa/TRC BDPBD Bulukumba
ORANG HILANG - Pencarian Tim TRC kepada pemuda Kindang Bulukumba Sultan yang kabur meninggalkan rumahnya masuk hutan beberapa waktu lalu (kiri) dan foto lain Sultan berbaju putih. Sultan diduga menghilangkan diri lantaran frustasi diteror penjual online. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Hilangnya pemuda kampung Bungaya, Desa Kindang, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama Rustang menghebohkan warga setempat.

Sultan alias Uttang (40) hilang dari rumahnya sejak Selasa (4/2/2025).

Setelah Sultan dinuatakan menghilang, warga satu desa melakukan pencarian.

Ada yang melakukan pencarian di dusun tetangga, desa lainnya dan ada juga yang masuk menyusuri hutan.

Beberapa yang lainnya melaporkan ke aparat pemerintah di Kindang, Polsek dan ke Tim TRC BPBD Bulukumba.

Sementara itu beberapa pemuda di kampung tersebut memposting foto Sultan di media sosial lalu disampaikan bahwa Sultan sedang hilang.

Kejadian itu menyita perhatian Tim TRC BPBD Bulukumba.

Lembaga Pemerintah Bidang Kebencanaan tersebut ikut turun melakukan aksi pencarian.

Selama dua hari tim tersebut melakukan pencarian di hutan kaki Gunung Lompobattang bagian timur.

Mereka melakukan pencarian sejak Selasa (11/10/2025) bersama keluarga Sultan dan orang-orang Desa Kindang.

Rabu (12/2/2025), tim TRC bersama kerabat Sultan menjumpainya di dalam hutan di sebuah rumah-rumah kecil.

"Sultan masih hidup, dia masih sehat, meski telah hilang sepekan lalu," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris, Kamis (13/2/2025).

Tim TRC bersama warga setempat berdialog dengan Sultan menanyakan alasannya kabur dari rumahnya.

Sultan dengan penuh ketakutan menjawab jika dirinya kabur dari rumahnya setelah diteror oleh penjual online.

"Rupanya sebelum kabur ia memesan barang di media sosial dengan sistem COD. Ternyata setelah barang tiba tak sesuai harapannya. Akhirnya Sultan menolak bayar," ungkap Abd Haris.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved