Muscab PKB
Muscab PKB Zona 5 Memanas, Incumbent Ditantang, Deng Ical: Bukan Sekadar Pengalaman
Lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serentak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Zona 5 di Bulukumba, Sabtu (11/4/2026).
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh Hasim Arfah
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Syamsu Rizal menegaskan, tidak ada jaminan bagi incumbent untuk kembali menjabat.
- Farida Farichah memberi peringatan tegas kepada seluruh kader soal pentingnya profesionalisme dalam mengelola partai.
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA – Pertarungan politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sulawesi Selatan memasuki babak 'panas'.
Lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serentak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Zona 5 di Bulukumba, Sabtu (11/4/2026).
satu benang merah, para petahana tak lagi aman.
Digelar di Hotel Agri, Jl R. Suprapto, Muscab ini mempertemukan DPC PKB dari Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Kepulauan Selayar.
Namun, lebih dari sekadar agenda rutin, forum ini berubah menjadi arena pertarungan terbuka antara incumbent dan para penantang baru.
Di Kabupaten Bantaeng, misalnya, tiga kandidat siap menantang petahana. Sementara di Kepulauan Selayar, kontestasi jauh lebih sengit—sebanyak 14 nama muncul sebagai penantang, termasuk menghadapi figur kuat Aji Sumarno.
Tak kalah panas, di Bulukumba, lima penantang bersiap merebut kursi ketua dari incumbent Pahuidin HDK. Situasi ini menegaskan bahwa gelombang regenerasi dan perebutan pengaruh tengah berlangsung serius di tubuh PKB tingkat daerah.
Baca juga: Usung Misi Politik Kehadiran, Ismail Mangngaga Siap Bersaing eks Wakil Bupati Pimpin PKB Bulukumba
Meski dinamika di lapangan begitu kompetitif, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta. Seluruh nama—baik petahana maupun penantang—akan dikirim melalui DPW PKB Sulsel untuk menjalani uji kelayakan sebelum ditetapkan.
Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Syamsu Rizal, yang hadir langsung dalam Muscab tersebut, menegaskan, tidak ada jaminan bagi incumbent untuk kembali menjabat.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar pengalaman, tetapi integritas, kualitas, dan kemampuan membangun hubungan dengan pemerintah, ulama, serta organisasi masyarakat,” tegas mantan Wakil Wali Kota Makassar itu.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan Pemilu ke depan akan berbeda dari 2024, sehingga PKB membutuhkan figur pemimpin yang mampu merumuskan strategi baru dan adaptif.
Menariknya, proses seleksi calon ketua tak hanya administratif. DPP PKB akan menurunkan tim penguji independen, termasuk ahli psikologi, untuk menguji kelayakan para kandidat—menandakan semakin seriusnya partai dalam menyiapkan kepemimpinan ke depan.
Di sisi lain, Sekretaris Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Farida Farichah yang membuka kegiatan tersebut, memberi peringatan tegas kepada seluruh kader.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengelola partai.
| Usung Misi 'Politik Kehadiran', Ismail Mangngaga Siap Bersaing eks Wakil Bupati Pimpin PKB Bulukumba |
|
|---|
| Empat Figur Ingin Gantikan Pahidin HDK Jabat Ketua PKB Bulukumba, Termasuk Tomy Satria Yulianto |
|
|---|
| 2 Legislator Makassar Tantang Fauzi Wawo di Muscab, Tak Gentar Hadapi Petahana |
|
|---|
| 12 Nama Berebut Kursi Ketua DPC PKB di Luwu Raya, Kader Lama vs Figur Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260411_CALON-KETUA-PKB_calon-ketua-PKB-Sulsel-2026.jpg)