Jusuf Kalla: Genosida Bukan Urusan Internal, Melainkan Kejahatan Kemanusiaan
Hal tersebut disampaikan JK saat berbicara pada hari terakhir forum Retret Pemikiran London untuk Minoritas Muslim di London Inggris, Rabu (15/1/2025)
TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menegaskan genosida yang dialami oleh umat Islam di berbagai tempat bukanlah sekadar masalah internal negara tempat terjadinya genosida, melainkan masalah dan keprihatinan semesta yang dikutuk oleh semua agama dan bangsa beradab.
Hal tersebut disampaikan JK saat berbicara pada hari terakhir forum Retret Pemikiran London untuk Minoritas Muslim di London Inggris, Rabu (15/1/2025).
"Genosida adalah masalah dan keprihatinan semesta yang dikutuk oleh semua agama dan bangsa beradab," ujar JK
JK menambahkan, genosida adalah masalah universal, untuk itu rujukannya adalah segala produk konstitusional yang dibuat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti Konvensi Internasional dan berbagai resolusi.
"Mekanisme penanganannya pun sudah tersedia dan baku," tambah JK.
JK menekankan saat ini banyak negara telah meratifikasi konvensi internasional yang berkaitan dengan genosida.
"Ini berarti segala norma-norma tersebut secara otomatis menjadi norma hukum yang mengikat bagi negara-negara yang meratifikasinya," tegas JK.
Menutup pernyataannya JK meminta pentingnya komitmen global dalam menangani isu genosida.
"Singkat kata, norma internasional tentang genosida sudah menjadi norma nasional," ujarnya.
Diketahui, Retret Pemikiran London untuk Minoritas Muslim berlangsung pada 13-15 Januari 2025 di Kota London, Inggris.
Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin Muslim dari berbagai negara untuk membahas tantangan yang dihadapi oleh komunitas Muslim minoritas di seluruh dunia.
Retret pemikiran ini dihadiri oleh 15 orang mantan pemimpin Muslim dari negara-negara mayoritas Muslim, serta pemimpin Muslim dari negara-negara minoritas seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Afrika Selatan.
Diskusi difokuskan pada upaya mendukung minoritas Muslim yang menghadapi diskriminasi, penganiayaan, bahkan genosida di berbagai belahan dunia.
Menurut penyelenggara, Justice For All, tujuan retret ini adalah untuk memperdalam pemahaman tentang pengalaman hidup minoritas Muslim yang beragam, mengidentifikasi tantangan bersama dan unik yang mereka hadapi, serta mengeksplorasi strategi konkret untuk memperkuat hak, representasi, dan kesejahteraan komunitas-komunitas ini.
JK yang dikenal sebagai tokoh perdamaian dan mediator konflik, bersama Hamid Awaludin diundang karena pengalamannya dalam mengatasi konflik di Aceh, Ambon dan Poso serta keterlibatannya dalam isu-isu kemanusiaan.
Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendukung komunitas Muslim minoritas di seluruh dunia. (*)
| Profil Pendeta Gilbert Lumoindong, Serukan Tahan Diri di Tengah Polemik Pidato Jusuf Kalla |
|
|---|
| Pesan Damai Gilbert Lumoindong: Hentikan Emosi, Utamakan Dialog MUI dan PGI |
|
|---|
| UMI Pasang Badan Bela JK Usai Dipolisikan Video Viral 'Mati Syahid', Rektor: Beliau Negarawan Utuh |
|
|---|
| Merespon Pidato Jusuf Kalla: Tidak Ada Mati Syahid dalam Wilayah NKRI |
|
|---|
| Tuhan Orang Islam dan Kristen di Ambon Sudah Mati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-Genosida-Bukan-Urusan-Internal-Melainkan-Kejahatan-Kemanusiaan.jpg)