Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahlilan 40 Hari Dewi Yulia dan 4 Tahun Soeprapto Budi Santoso Berlangsung Khidmat

Tahlilan 40 hari Dewi Yulia sekaligus haul 4 tahun meninggalnya sang suami, Soeprapto Budi Santoso, mantan Kepala Dinas PSDA Sulsel.

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/RUDI SALAM
Suasana tahlilan 40 hari Dewi Yulia Nurhayati di kediaman almarhumah di Jl Traktor No 46, Komplek PU Mallengkeri Baru, Makassar, Jumat (10/1/2025). Acara ini sekaligus peringatan haul 4 tahun meninggalnya sang suami, Soeprapto Budi Santoso, mantan Kepala Dinas PSDA Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelaksanaan tahlilan 40 hari Dewi Yulia Nurhayati, Jumat (10/1/2024).

Acara ini berlangsung di kediaman almarhumah di Jl Traktor No 46, Komplek PU Mallengkeri Baru, Makassar.

Ini sekaligus menjadi momen untuk memperingati haul 4 tahun meninggalnya sang suami, Soeprapto Budi Santoso, mantan Kepala Dinas PSDA Sulawesi Selatan.

Dewi Yulia wafat pada 2 Desember 2024 di RS Tajuddin setelah menderita sakit, sedangkan Soeprapto meninggal dunia pada 24 Desember 2020 akibat Covid-19.

Keduanya dimakamkan berdampingan di Pemakaman Macanda, Gowa, yang semula dikhususkan untuk pasien Covid-19.

Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an 30 juz yang dipimpin oleh Ustaz Suardi, bersama 15 siswa dari Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Masjid Jami Kerung-Kerung, Makassar.

Usai khataman Al-Qur'an, para tamu yang terdiri dari keluarga, kerabat, dan tetangga almarhumah mengikuti pembacaan Yasin dan tahlil bersama.

Salah satu putri Dewi Yulia, Dian Aidtya menyampaikan rasa terima kasihnya atas yang sempat hadir dalam acara tersebut, ataupun saat pemakaman dan yasinan.

"Kami sangat bersyukur atas hadirnya semua untuk mendoakan kedua orang tua kami. Ibu kami, Dewi Yulia, adalah sosok yang begitu peduli dan hangat kepada semua orang, terutama anak-anak," ungkap Dian.

Menurut Dian, ibunya adalah seorang yang ramah dan penuh kasih.

Di antara teman-teman dan lingkungan tempat tinggalnya, Dewi yang akrab disapa Bu Aji, dikenal sebagai figur yang disukai anak-anak.

"Ibu kami selalu menyempatkan waktu untuk berbicara dan bermain dengan anak-anak di lingkungan kami. Di antara teman-teman juga, dia selalu menyempatkan bertemu. Jarang marah, sangat baik," tambah Dian.

Selain perannya sebagai ibu yang penuh kasih, Dewi Yulia juga dikenal sebagai pelaku usaha yang tekun.

Ia mengelola dua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yaitu Warung Hj Dewi dan Ayam Iris Crispy Mangasa, yang cukup dikenal di wilayah Makassar.

Acara ini juga menjadi momen refleksi bagi keluarga untuk mengenang perjuangan Soeprapto Budi Santoso semasa hidup.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved