Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PDI Perjuangan

Megawati Menangis Nama Baik Soekarno Dipulihkan, Ucap Terima Kasih Kepada Prabowo

Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto saat perayaan HUT PDIP ke-52 tahun

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
DOK PDIP
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto saat perayaan HUT PDIP ke-52 tahun di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Jumat (10/1) siang. 

Dengan dicabutnya TAP MPR tersebut, kata Bamsoet, tuduhan bahwa Bung Karno telah melakukan pengkhianatan terhadap negara dan mendukung pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak terbukti.

Menurut Bamsoet, langkah ini menjadi tindak lanjut atas TAP MPR Nomor 1 Tahun 2003, untuk meninjau kembali status hukum TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967. 

Selanjutnya, Bamsoet memastikan bahwa MPR akan menyosialisasikan pencabutan TAP MPR Nomor 33 Tahun 1967, sebagai upaya pemulihan nama baik Bung Karno.  "Pimpinan MPR RI berkomitmen untuk terus mengawal pemulihan nama baik Dr. (HC) Ir. Soekarno atas ketidakpastian hukum yang adil,” kata dia. 

Sindir KIM

Pada kesempatan tersebut Megawati juga menyindir pihak yang meminta partai yang dipimpinnya masuk ke dalam koalisi Indonesia maju (KIM).

Dia menyebut hal itu tidak urusannya dengan pihak di luar PDIP. 

Mulanya, Megawati bercerita dirinya banyak dimintai pendapat oleh sejumlah pejabat negara.

Namun, mereka tidak mau pertemuannya itu bisa terekspose ke publik.

"Sekarang aku ditanyai orang, aku tuh bilang saya ini pemerintah bagian mana toh, lah kok kamu datang ke saya toh, urusan hukum, urusan pertanian, betul loh. Diem-diem loh, ngumpet-ngumpet loh," ujar Megawati.

Ia juga mempertanyakan alasan banyaknya pejabat negara yang khawatir untuk bertemu dirinya.

Apalagi, alasannya mereka takut karena PDIP tidak bagian dari KIM.

"Loh kok nggak ada merdekanya ya, ya mbok datang ae loh. Karena katanya iya kalau nanti saya datang ibu kan nggak masuk ke KIM," jelasnya.

Lebih lanjut, Megawati pun mengaku dirinya kesal mendengar alasan tersebut.

Baginya, tidak ada urusannya pihak di luar PDIP memaksanya untuk masuk ke dalam KIM.

"Lah apa urusannya aku mesti masuk ke KIM atau saya nggak masuk ke KIM. Gile. Ayo tepuk tangan yang hebat," pungkasnya.(Tribun Network/igm/wly)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved