Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Awal Mula Isu Rusdi Masse Ingin Gabung PSI, Cuya Ungkap Semua Berakar dari Pilgub Sulsel 2024

Menurut Muhammad Surya, PSI dan Nasdem memang punya kontrak kerja sama politik di Pilkada Serentak 2024.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
ist
Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel, Rusdi Masse mengawal ketua umum DPP PSI, Kaesang Pangarep kampanye calon wakil gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, akhir Oktober 2024. 

Pilkada Maros memunculkan Chaidir Syam-Suhartina Bohari

Pilkada Pangkep dimenangkan oleh Mohammad Yusran Lalogau-Abdulrahman Assagaf.

Selanjutnya Pilkada Pinrang, memunculkan Andi Irwan Hamid-Sudirman Bungi

Pilkada Enrekang ada Muh Yusuf R-Andi Tenri Liwang La Tinro, dan Pilkada Takalar memunculkan Mohammad Firdaus Daeng Manye-Hengky Yasin.

Adapun Pilkada Bone juga memunculkan Andi Aslam Sulaiman-Akmal Pasluddin.

Kehebatan RMS ‘Sulap’ Nasdem dari Partai Kecil Jadi Penguasa Sulsel Kini Lengket Kaesang Pangarep

Rusdi Masse adalah ketua partai tersukses pada pemilihan umum atau Pemilu 2024 di Sulawesi Selatan. 

Ia mampu mengubah Partai Nasdem dari pendatang baru dengan usia 13 tahun mampu menang di Sulawesi Selatan. 

Partai yang berdiri 11 November 2011 ini mengalahkan dominasi dari Partai Golkar.

Partai Golkar adalah induk dari Partai Nasdem. 

Sebab, Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh adalah ketua dewan penasehat DPP Partai Golkar era Jusuf Kalla menjadi ketua umum, periode 2004-2009. 

RMS mengambil alih partai Nasdem di Sulsel 2016 lalu. 

Ketika memimpin, ia pun mulai gerakan biru di Sulawesi selatan. 

Sehingga, pada Pilkada Takalar 2017 lalu, ia mampu ‘mencuri’ panggung dengan mengusung Syamsari Kitta-Ahmad Se’re. 

Hasilnya, pasangan ini berhasil mengalahkan koalisi besar.  

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved