Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemprov Sulsel Minta Fadli Zon Lanjut Ekskavasi Benteng Somba Opu

Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif melihat perlu dilakukan ekskavasi lanjutan di Benteng Somba Opu.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Hasriyani Latif
Tribun Timur
Salah satu spot foto di Benteng Somba Opu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Benteng Somba Opu terletak di sebuah delta Sungai Jeneberang, Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Benteng Somba Opu dibangun atas perintah raja Gowa IX Daeng Mantenre Karaeng Mannungtungi Tumaparisi Kallona.

Di masa lampau, Somba Opu bertumbuh pesat dan menjadi setrum kekuasaan pemerintah sekaligus salah satu kota niaga yang sangat mashur di Asia Tenggara.

Hingga Benteng Somba Opu hancur oleh kompeni Belanda pada tahun 1669 setelah terjadi pertempuran sengit.

Selama berabad-abad tubuh Benteng Somba Opu tertimbun dibeberapa sisi.

Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif melihat perlu dilakukan ekskavasi lanjutan di Benteng Somba Opu.

Benteng Somba Opu berbentuk persegi empat, hanya saja tersisa satu sisi yang nampak di permukaan.

"Saya akan minta ke Pemerintah Pusat terutama Menteri Kebudayaan melakukan eskavasi, melihat Kembali benteng kita, agar bisa dimunculkan kembali Benteng kita. Bisa dimunculkan Kembali. Dikeruk, dibuat kelihatan seperti di Sisi barat," kata Prof Zudan di Rujab Gubernur Sulsel usai mengunjungi Benteng Somba Opu pada Jumat (27/12/2024).

"Benteng somba Opu itu aslinya bentuk segiempat dan sekarang hanya satu sisi yang bisa dimunculkan. Kalau nanti bisa dikeruk dimuculkan lembali lebih bagus. Saya akan minta di pusat karena kewenangan di pusat," lanjutnya.

Kondisi fisik Benteng ini terbentuk empat persegi, sebuah sisinya berukuran panjang kurang lebih 2 km dengan tinggi tembok antara 7-8 meter.

Ketebalan dinding rata-rata 12 kaki atau 360 m diperkuat dengan 4 bastion (selakah).

Pemerintah pusat pernah melakukan ekskavasi sehingga sisi barat dapat terlihat jelas.

Ekskavasi lanjutan disebut Prof Zudan harus segera dilakukan mengingat Benteng Somba Opu merupakan warisan sejarah perjuangan warga Sulsel.

"Pemerintah pusat sudah melakukan eskavasi, ini harus dilanjutkan. Apalagi ada Kementerian Kebudayaan yang fokus disana," ujar Prof Zudan.

Kehadiran Kementerian Kebudayaan dipimpin Fadli Zon menurutnya menjadi peluang ekskavasi dilanjutkan.

Tugas Kementerian Kebudayaan memang untuk menjaga warisan budaya dan sejarah.

Prof Zudan pun akan segera menyampaikan permintaan ekskavasi lanjutan Benteng Somba Opu di Kementerian Kebudayaan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved