Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Longsor Putus Arus Listrik di Desa Mattabulu Soppeng Sulsel, 17 Ribu Jiwa Terdampak

Arus listrik di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng terputus akibat longsor

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Ari Maryadi
M Jabal Tribun Soppeng
TRC BPBD Soppeng saat evakuasi warga terdampak banjir, Senin (23/12/2024) 

TRIBUNSOPPENG.COM, LALABATA - Arus listrik di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng terputus akibat longsor, Senin (23/12/2024).

Kepala Pelaksana BPBD Soppeng, Shahrani mengungkap listrik di Desa tersebut mati total.

"Iya, listrik masih padam di Desa Mattabulu yang terdampak longsor, proses evakuasi terus berjalan. Dibantu petugas, warga masih membersihkan rumah dan lokasi longsor. Sejumlah unit Alat Berat juga diturunkan mengangkat material tanah longsor," ujarnya kepada Tribun-Timur.com.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 rumah di Dusun Teppoe, Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, tertimpa longsor, Sabtu (21/12/2024).

Insiden ini menyebabkan satu orang dilaporkan hilang dan beberapa warga lainnya mengalami luka-luka.

Nasib memilukan juga dirasakan Husaini (44) warga Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Rumahnya dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Langkemme dan Sungai Sero, Sabtu (21/12/2024).

22 Desa Kelurahan Terdampak Banjir di Soppeng

Delapan Kecamatan dan 22 Desa Kelurahan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilanda banjir.

Diketahui, banjir terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Soppeng sejak Sabtu 22 Desember 2024 akibat curah hujan yang tinggi.

Alhasil, air di sungai Walennae meluap.

Dari kejadian itu, tercatat sebanyak 11.691 Kepala Keluarga (KK) dan 17.095 Jiwa terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Soppeng, Shahrani menyebut dua rumah hanyut terbawa arus.

"Ada dua unit rumah yang hanyut terbawa arus, masing-masing di Desa Watu dan Desa Macille," ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (23/12/2024).

"Dilaporkan satu orang meninggal dunia atas nama Maryam (75) dan saat ini jenazah sudah ditemukan dan dimakamkan," sambungnya.

Tidak hanya itu, puluhan rumah warga rusak berat terdampak longsor.

"Sekitar 10 rumah rusak akibat longsor. Tanggul sungai kaca jebol sekitar 25 meter, serta jembatan gantung penghubung Desa Soga-Desa Mariorilau hanyut terbawa arus," paparnya.

Saat ini, TRC BPBD Soppeng masih melakukan assesment dan pendataan sekaligus melakukan kordinasi dengan pemerintah setempat.

"Posko pengungsian berada di Kantor Bupati Soppeng, begitupun dengan posko kesehatan dan dapur umum. Sejumlah warga juga berada di sana dan beberapa memilih mulai membersihkan rumah masing-masing," sebutnya.

"Alhamdulillah air sudah mulai surut, namun kami imbau agar warga tetap waspada dan berhati-hati akan bencana susulan," tambah Shahrani.

Terbaru, Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif didampingi Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak meninjau lokasi banjir di Kecamatan Lalabata.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel juga memberikan bantuan untuk warga Soppeng yang terdampak.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved