Kalla Institute dan RKP Perkuat Sinergi Pengembangan Usaha Perempuan
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pun telah dilakukan di Hotel Vasaka, Makassar, Senin (23/12/2024).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kalla Institute menjalin kerja sama dengan Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP) dalam mendukung pengembangan usaha perempuan.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pun telah dilakukan di Hotel Vasaka, Makassar, Senin (23/12/2024).
Acara ini dihadiri oleh para pelaku wirausaha di Sulawesi Selatan (Sulsel) maupun stakeholder.
MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha melalui akses pendidikan, pelatihan, dan perluasan jaringan.
Langkah strategis ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan keterampilan dan memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan perempuan.
Kepala Biro Kerjasama dan Pengembangan Mahasiswa dan Alumni Kalla Institute, Andi Fauziah Yahya mengatakan bahwa kerja sama ini adalah bentuk keseriusan Kalla Institute dalam memberdayakan perempuan pengusaha di Indonesia.
“Kalla Institute mendukung penuh kerjasama ini. Kami ingin semakin banyak perempuan yang berani terjun ke dunia wirausaha. Masih banyak peluang yang bisa diraih di sini, dan inijuga bisa menjadi jembatan bagi mahasiswi kami untuk memulai perjalanan wirausaha setelah lulus nanti,” kata Andi Fauziah, dalam keterangan tertulis, Senin (23/12/2024).
Sementara itu, Ketua Ruang Kolaborasi Perempuan, Mutmainnah Basri mengapresiasi langkah ini sebagai awal yang penting untuk memperkuat posisi perempuan dalam dunia industri dan UMKM.
“Kami akan terusmembantu mereka mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan memperkuat usaha melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang ahli di bidangnya,” katanya.
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan program-program kolaboratif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Kalla Institute serta komunitas Perempuan binaan Ruang Kolaborasi Perempuan.
Adapun program-program tersebut meliputi pelatihan, pendampingan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan bidang teknologi, bisnis, dan pemberdayaan perempuan.
Selain penandatanganan MoU, Kalla Institute menggelar workshop yang bertemakan Workshop in Person.
Topik yang diangkat mencakup aspek pentingdalam dunia usaha yang disampaikan langsung oleh para dosen hingga Kepala Bagian Inkubator Bisnis Kalla Institute yang pakar di bidangnya.
Seperti halnya materi Legalitas Usaha yang dibawakan langsung Rahmat Syarif, Pengelolaan Keuangan oleh Yogi Hady Afrizal, serta materi Membangun Jejaring dan Kolaborasi Bisnis oleh Muhammad Taufan Guunawan.
Workshop ini diikuti oleh pelaku usaha perempuan yang ingin memperdalam keterampilan mereka dalam mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
| Prilaku Mabuk Berujung Maut, Safar Gelap Mata Tebas Istri dan Bunuh Kakak Sepupunya |
|
|---|
| Diskusi Santai, Tribun Timur dan Hanura Sulsel Bahas Isu Politik |
|
|---|
| Wacana Pilkada Dipilih DPR Menguat, Panglimata: Jangan Salah Pilih Pemimpin |
|
|---|
| Gunakan Identitas Palsu, WNA Ketahuan Ajukan Paspor RI di Makassar |
|
|---|
| Terus Meningkat, Pengguna wondr by BNI di BNI Wilayah 07 Makassar Capai 800 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Penandatanganan-MoU-Kalla-Institute-dengan-Ruang-Kolaborasi-Perempuan-RKP.jpg)