Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca Ekstrem, Kapal Tongkang Sanjaya 1001 Terdampar di Pantai Lemo-lemo

Kapal tugboat tongkang tersebut sedang berlayar dari Pelabuhan Pajjukukang, Bantaeng menuju Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
Kapal tongkang tujuan Bantaeng ke Kendari diamankan di Pelabuhan Bira agar selamat dari cuaca buruk, Kamis (19/12/2024). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BIRA-Sejumlah pelayaran kapal di wilayah perairan Bulukumba, Sulawesi Selatan ikut terganggu.

Saat ini satu unit kapal tongkang terdampar di Pantai Lemo-lemo, Kecamatan Bontobahari, Kamis (19/12/2024).

Kapal tugboat tongkang tersebut sedang berlayar dari Pelabuhan Pajjukukang, Bantaeng menuju Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saat sedang dalam pelayaran, kapal takbut melepas tongkang di wilayah Lemo-lemo, Kecamatan Bontibahari.

Penyebabnya kapal  tugboat  tongkang tersebut dilanda gelombang tinggi.

Kapal tongkang kemudian terdampar di Pantai Lemo-lemo.

Agar tidak membahayakan warga nelayan, kapal tongkang tersebut diamankan berlindung di Pelabuhan Bira.

" Terdampak cuaca ekstrem gelombang tinggi 2,5 meter sampai 3 meter makanya diamankan agar selamat dari cuaca buruk," kata Bripka Alfryanus, petugas Polairud Bira.

Nama kapal tongkang tersebut Takbut TB Putra BES 005.

Kapal ini sebelumnya memuat nikel dari Kendari ke Bantaeng.

Namun setelah menurunkan nikel, kapal tersebut akan kembali ke Kendari.

Dalam perjalannya cuaca buruk melanda perairan Bulukumba.

Sebelumnya kapal feri tujuan Bira ke Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar dan tujuan Labuang Bajo, Nusa Tenggara Timur ikut terhenti.

Saat ini penyebrangan kapal feri di Bira tujuan Selayar diberlakukan sistem buka tutup.

Jika cuaca buruk maka pelayaran kapal feri dihentikan sementara.

Jika cuaca kembali normal barulah pelayaran dibuka kembali. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved