Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Makassar

Posko Pengungsi Banjir Blok 10 Perumnas Antang Makassar Tanpa Dapur Umum

Dari papan informasi pengungsian, total warga mengungsi mencapai 19 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 61 orang.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM
Puluhan warga mengungsi akibat banjir yang merendam rumah mereka di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpantau di posko pengungsian Masjid Jabal Nur, Blok 10 Perumnas Antang, Senin (16/12/2024) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan warga mengungsi akibat banjir yang merendam rumah mereka di Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Seperti terpantau di posko pengungsian Masjid Jabal Nur, Blok 10 Perumnas Antang, Senin (16/12/2024) sore.

Warga pengungsi tampak memadati pelataran masjid dengan beralaskan karpet dan tikar.

Ada yang berbaring santai, ada pula yang merapikan pakaian sambil bermain dengan anak-anak mereka.

Dari papan informasi pengungsian, total warga mengungsi mencapai 19 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 61 orang.

Ketua RT 2, Blok 10 Perumnas Antang, Muhammad Basri Rasyid mengatakan posko pengungsian didirikan sudah enam hari terakhir.

Basri menjelaskan, dua hari sebelumnya warga pengungsi sudah sempat pulang ke rumah masing-masing.

Namun, hujan yang mengguyur Kota Makassar seharian pada Minggu kemarin, memaksa mereka kembali mengungsi.

"Warga yang mengungsi sebelumnya sudah pulang, namun hujan deras yang terus terjadi, mereka kembali lagi karena banjir kemarin," ujarnya.

Baca juga: 11 Kecamatan Tergenang Banjir Saat Hujan Seharian di Makassar 

Personel BPBD Makassar saat melakukan evakuasi korban banjir di Kecamatan Manggala, Minggu (15/12/2024) malam. (BPBD Makassar) 
Personel BPBD Makassar saat melakukan evakuasi korban banjir di Kecamatan Manggala, Minggu (15/12/2024) malam. (BPBD Makassar)  (Tribun-Timur.com)

 

Adapun ketinggian air yang merendam rumah warga pengungsi, kata Basri mencapai 50 sentimeter.

"Ketinggian air itu 40-50 sentimeter. Karena sampai lutut," ucapnya.

Adapun kebutuhan mendesak warga pengungsi lanjut Basri, yaitu seputar kebutuhan dasar.

"Yang dibutuhkan, ya paling makanan cepat saji, selimut tikar sama obat-obatan," ujar Basri.

Pantauan di lokasi, belum ada didirikan dapur umum untuk para pengungsi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved