Opini
Potensi Bioteknologi Kelautan
Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pulau di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebanyak 17.001 pulau, bergaris pantai sepanjang 81.000 k
Ditulis: Andi Iqbal Burhanuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Keunggulan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan bangsa itu dalam memanfaatkan dan mendayagunakan sumberdaya yang dimilikinya.
Terdapat 62 persen luas wilayah Indonesia berupa laut dan perairan, luas wilayah daratan sebesar 1,91 juta km2 sedangkan luas wilayah perairan mencapai 6,32 juta km2 (KKP, 2023).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pulau di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebanyak 17.001 pulau, bergaris pantai sepanjang 81.000 km.
Dengan lanskap seperti itu, tak pelak Indonesia merupakan negara dengan sumberdaya, kekayaan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia, baik pada tingkatan gen, spesies, maupun ekosistem dan proses-proses eko-biologis.
Oleh karena itu, tidak salah suatu ungkapan bahwa Laut di negeri kita ini ibarat denyut nadi yang teramat penting setiap geraknya.
Potensi sumberdaya dan kehidupan menakjubkan di laut masih melimpah, namun belum termanfaatkan secara optimal guna mengejar ketinggalan kita pada Negara lain.
Lingkungan laut merupakan salah satu area bioprospek kajian global dalam upaya menemukan potensi kekayaan informasi genetik dari berbagai organisme yang dapat memberikan solusi beberapa masalah penting di negeri kita dan menjadi bangsa yang benar-benar mandiri tanpa ketergantungan impor luar negeri dari produk-produk bioteknologi kelautan.
Ironisnya, Indonesia baru sebatas sebagai negara penghasil bahan baku dan belum optmal sampai pada produk akhir yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen akhir ataupun industri.
Bioteknologi kelautan adalah teknik penggunaan biota laut atau bagian dari biota laut (seperti sel atau enzim) untuk memodifikasi produk, memperbaiki kualitas genetik atau fenotip tumbuhan dan hewan, dan merekayasa organisme untuk bentuk keperluan tertentu, termasuk perbaikan lingkungan (Lundin and Zilinskas, 1995).
Ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain sehingga memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS.
Demikian pula dengan teknologi rekayasa lainnya yang dapat menghasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul.
Laut kita kaya akan biota yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk bioteknologi.
Ada karang lunak (sponges) yang mengandung berbagai jenis senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk produk obat-obatan, anti bakteri, anti fouling.
Laut kita kaya akan ikan yang mengandung Omega-3 yang juga dikenal laut yang mempunyai fungsi vital dalam meningkatkan tingkat kecerdasan serta menjaga kesehatan jantung dan mencegah stunting.
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
| Makna Filosofis Sejarah Pohon Sawo Ditanam Presiden Soekarno Awal Tahun 1965 di Badiklat Kejaksaan |
|
|---|
| Manajemen Talenta: Harapan Baru Birokrasi Sulsel? |
|
|---|
| Fantasi Kerugian 1 Triliun Dalam Kasus Kuota Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Andi-Iqbal-Burhanuddin-12.jpg)