Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar, Dua dari FKG dan Dua dari Kedokteran
Dalam pidatonya, Prof. Warsinggih mengangkat topik penelitian tentang kanker kolorektal
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan pencapaian dengan mengukuhkan empat guru besar baru dalam Rapat Paripurna Senat Akademik yang digelar di Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar, Kamis (5/12/2024).
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Unhas dalam meningkatkan kapasitas akademik dan mutu pembelajaran. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM (K), menyampaikan bahwa keberadaan guru besar adalah tonggak utama dalam pengembangan riset yang memberikan solusi atas tantangan masyarakat modern.
Dalam upacara tersebut, dua guru besar dari Fakultas Kedokteran dikukuhkan, yakni Prof. Dr. Rina Masadah, M.Phil, Sp.PA(K), DFM, yang fokus pada bidang Patologi Anatomik Onkologi, dan Prof. Dr. dr. Warsinggih, M.Kes., Sp.B., Subsp.BD (K), ahli dalam bidang Bedah Digestif.
Selain itu, guru besar lainnya berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, Prof. Dr. drg. Nurlindah Hamrun, M.Kes., di bidang Biologi Oral, serta Prof. Dr. Ida Leida M, SKM., MKM., MScPH., dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang ahli di bidang Epidemiologi Sosial dan Genetik.
Dalam pidatonya, Prof. Warsinggih mengangkat topik penelitian tentang kanker kolorektal yang merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi, terutama pada pria.
Ia memaparkan pentingnya penerapan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam mendeteksi kanker ini secara dini. Dengan teknologi seperti CADe (Computer-Aided Detection) dan CADx (Computer-Aided Diagnosis), deteksi dini kanker kolorektal dapat dilakukan dengan akurasi tinggi, sehingga meningkatkan peluang hidup pasien dan kualitas hidup mereka.
Sementara itu, Prof. Rina Masadah menekankan peran vital patologi anatomik dalam strategi diagnosis dan terapi kanker. Melalui pemeriksaan histopatologi, ilmu patologi mampu memberikan data mendalam terkait jenis, stadium, dan karakteristik molekuler tumor, yang menjadi dasar pengembangan pengobatan yang lebih efektif dan terarah.
Ia menambahkan, pemeriksaan ini juga berperan dalam memantau respons terapi serta mendeteksi resistensi, memungkinkan penyesuaian pengobatan sesuai perkembangan kondisi pasien.
Pengukuhan empat guru besar ini menegaskan komitmen Unhas untuk terus berkembang di tengah tantangan Revolusi Industri 5.0. Dalam era ini, teknologi canggih seperti AI menjadi andalan dalam menciptakan inovasi di berbagai bidang, termasuk kesehatan.
Melalui pencapaian ini, Unhas berharap mampu mendorong hilirisasi hasil riset agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas, memungkinkan masyarakat luas untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa Unhas terus berbenah menuju institusi pendidikan yang unggul di tingkat nasional maupun internasional.
| Prof. Dr. H. Iskandar Idy |
|
|---|
| Belum Ada Lawan, Mentan Amran Sulaiman Menguat Jadi Calon Tunggal Ketua IKA Unhas 2026–2030 |
|
|---|
| Stafsus Presiden Yovie Hebohkan Unhas, Gaungkan Edukasi Bisnis Antar Fakultas |
|
|---|
| Menagih Janji Kesetaraan, Evaluasi Dua Dekade Kebijakan Afirmatif di Hari Kartini |
|
|---|
| UKM PA Edelweis FIB Unhas Gelar Bina Desa 2026 di Tompobulu Maros, Fokus Tingkatkan Literasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/guru-besar-unhas-sdhf.jpg)