Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSU di Bone

Penyebab Pemungutan Suara Ulang di Bone Terungkap, Ternyata Ada Pemilih 'Siluman'

Ia menyebutkan terdapat dua pemilih yang bukan berasal dari Kabupaten Bone menyalurkan hak suaranya tanpa adanya surat keterangan. 

Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Potret Komisioner KPU Bone, Zainal saat memimpikan rapat pelaksanaan PSU di Desa Mario Kecamatan Mare Kabupaten Bone 

TRIBUNBONE.COM, BONE - Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan akan Pemungutan Suara Ulang (PSU). 

Komisioner KPU Bone, Zainal saat dikonfirmasi tribun-timur.com di kantor KPU Bone, Minggu (1/12/2024) mengungkapkan penyebab satu TPS di Mario melakukan PSU

Ia menyebutkan, ditemukan dua pemilih bukan warga Bone tapi menyalurkan hak suaranya tanpa adanya surat keterangan. 

"Jadi dua orang ini melakukan pemilihan di TPS 1 Desa Mario tanpa memperlihatkan surat tugasnya,"ujarnya.

Ia mengungkapkan dua pemilih 'siluman' tersebut adalah warga Kabupaten Bulukumba dan Jeneponto. 

"Teman-teman kpps itu melakukan daftar pemilih tambahan (dptb), harusnya menggunakan KTP sesuai dengan domisilinya. Ternyata ada dua orang yang menggunakan KTP Bulukumba dan Jeneponto," jelasnya. 

"Jadi pemilih ini harusnya kalau ingin memilih di Bone harus mengurus surat pindah memilih sebelumnya. Tapi dia tidak lakukan. Dia tetap menggunakan hak pilihnya dan dilayani oleh petugas tanpa tersaring,"sambungnya.

Sebelumnya, PSU tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu Bone, Alwi saat dikonfirmasi via telfon, Minggu (1/12/2024). 

"Satu TPS 1 di Desa Mario, Kecamatan Mare itu melakukan PSU,"ujarnya.

Ia mengungkapkan TPS di Desa Mario akan melakukan PSU untuk Calon Gubernur SulSel

"Mereka akan melakukan PSU untuk calon Gubernur saja,"tandasnya.

Sejumlah PSU di Indonesia

Ratusan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indonesia dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

TPS yang digelar PSU ini paling banyak disebabkan karena bencana alam.

 Komisioner Komisi Pemilih Umum (KPU) RI, Yulianto Sudrajat mengatakan ada 236 TPS di Indonesia yang dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Kemarin rata-rata ada 236 TPS dilakukan PSU,"  kata Sudrajat, Sabtu (30/11/2024).

Yulianto mengatakan, digelarnya PSU disebabkan dua faktor.

Dua faktor yang dimaksud, yaitu bencana alam dan gangguan keamanan.

"Kemarin, terjadi bencana alam di 5 Kabupaten /Kota wilayah Sumatera Utara dan gangguan keamanan di Papua yang membuat, digelar PSU," kata Sudrajat.

 Dia mengatakan, terkait logistik di TPS yang dilakukan PSU masih tergolong aman karena sudah diamankan.

Lanjutnya, PSU dilakukan setelah kondisi sudah kondusif.

"Sebenarnya kami sudah siap tinggal menjadwalkan ulang Pemungutan Suara, baik di Sumut dan Papua, Logistik sudah kami amankan dahulu, untuk Papua sendiri logistik masih aman, karena kita tahan dulu di PPKnya sebelum terjadi itu dan KPU RI berkoordinasi dnegan Polri di Papua agar stabilitas kedepannya lebih baik," kata dia.

Ia mengatakan, dari TPS yang dilakukan PSU hanya dua TPS yang disebabkan karena masalah teknis.

Salah satunya di TPS 01, Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.

"TPS yang dilakukan PSU karena masalah teknis hanya sedikit, di Jateng saja hanya ada 2 TPS yang dilakukan PSU, masing 1 TPS di Karanganyar dan Pemalang masing-masing," kata dia.

"Sesuai aturan, batas waktu dilakukan PSU sekitar maksimal 10 hari, Saya optimis bisa digelar sebelum batas maksimal," pungkas dia.

(*)

Laporan Jurnalis Tribun Timur, Wahdaniar

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved