6 Petugas KPPS Meninggal Dunia Pilkada 2024, Santunan Rp46 Juta / Orang
Selain itu, ada 115 petugas yang mengalami kecelakaan atau sakit selama bertugas.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 6 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia saat Pilkada 2024.
Hal itu disampaikan anggota KPU RI, Mochammad Afifuddin, Jumat (29/11/2024).
Dataenam orang meninggal hingga 29 November 2024.
Selain itu, ada 115 petugas yang mengalami kecelakaan atau sakit selama bertugas.
"Berdasarkan data sampai dengan 29 November 2024 pukul 00.00 WIB, tercatat petugas TPS atau KPPS yang meninggal sebanyak 6 orang," ujar pria yang akrab disapa Afif ini dalam jumpa pers di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah telah menyediakan santunan bagi para petugas yang terdampak.
Bagi petugas yang meninggal dunia, diberikan santunan sebesar Rp 36 juta ditambah Rp 10 juta untuk biaya pemakaman.
Sementara itu, untuk petugas yang mengalami cacat permanen, santunan sebesar Rp 30,8 juta, luka berat Rp 16,5 juta, dan luka sedang Rp 8,25 juta.
Langkah ini menjadi bentuk dukungan kepada para petugas pemilu yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran proses demokrasi di Indonesia.
16 Petugas KPPS di Maros Tumbang
Sebanyak 16 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbang.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus mengatakan 16 petugas KPPS ini telah ditangani oleh tenaga kesehatan.
“Rawat jalan dan observasi ada 16 orang. Semuanya telah diberi obat di lokasi,” katanya, Senin (27/11/2024).
Mantan Kapus Bantimurung ini menyebutkan gejala yang muncul rata-rata sakit kepala, demam dan kecapekan.
“16 orang ini tersebar di tiga kecamatan, Simbang, Marusu dan Tanralili,” sebutnya.
Yunus mengatakan pihaknya menurunkan 923 tenaga kesehatan untuk bersiga di kontestasi Pilkada ini.
“924 orang tersebar di 604 di TPS dan 14 Puskesmas,” tutupnya.
| Rekam Jejak Faisal Amir, Satu-satunya Putra Sulsel Berpeluang Gantikan Hery Susanto di Ombudsman RI |
|
|---|
| Ketua KPU Sulsel 2013-2018 Jadi Ketua Pildek FISIP Unhas 2026, Simak Syarat Jadi Dekan di Unhas |
|
|---|
| Polemik DPT dan 'Pemilih Hantu: Mengapa Masalah Data Kematian Terus Berulang? |
|
|---|
| KPU Luwu Tetapkan 281.996 Pemilih di DPB Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Konsekuensi Pemisahan Rezim Pemilu Nasional dan Lokal: Transformasi Kaderisasi Berbasis Kinerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ketua-KPU-RI-Mochammad-Afifuddin-12.jpg)