Danny Pomanto Janji Hindari Konflik Kepentingan Selama Masa Tenang
Hal itu disampaikan Danny Pomanto di depan seluruh pegawai Pemerintah Kota Makassar yang ikut dalam Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Anjungan Losari,
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Danny Pomanto berkomitmen untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan selama masa tenang dalam pemilihan kepala daerah serentak 2024.
Hal itu disampaikan Danny Pomanto di depan seluruh pegawai Pemerintah Kota Makassar yang ikut dalam Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Anjungan Losari, Minggu (24/11/2024).
Danny menegaskan, sebagai wali kota dirinya harus merangkul semua pegawai dan masyarakat tanpa terkecuali.
"Sebentar lagi seluruh Indonesia akan menyelenggarakan pilkada serentak. Saya janji satu hal, saya tidak akan conflict of interest," tegas Danny Pomanto.
Danny mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas dengan menghindari politik uang maupun politik sembako.
Ini momentum untuk memilih pemimpin kata Danny, bukan untuk memilih juragan sembako.
Plihan hari ini menentukan masa depan masyarakat lima tahun kedepan.
"Kita bukan pilih juragan sembako, kita pilih pemimpin, jangan kita terpapar hanya soal sembako, sembako hanya datang sekali 5 tahun, sayang sekali kita korbankan harga diri kita dengan sembako dan itu pelanggaran undang-undang, pelanggaran PKPU," tegas Danny.
Sebagai wali kota, Danny lagi-lagi menyampaikan bahwa ia harus menjaga demokrasi di Kota Makassar.
Dirinya harus melindungi rakyat yang terintimidasi, dan memastikan Pilkada berlangsung dengan baik.
"Sebagai wali kota saya harus mengamankan masyarakat, jangan dibodoh-bodohi dengan sembako dan amplop. Sebagai wali kota saya harus membersihkan yang kotor, karena kota ini harus bersih, sebagai wali kota saya harus menjaga pilkada berlangsung dengan baik," tegasnya.
Tahapan pilkada telah memasuki masa tenang, Danny mengingatkan agar masyarakat menyalurkan pilihannya dengan baik pada 27 November nanti.
Beda pilihan merupakan hal biasa kata wali kota dua periode ini, akan tetapi persaudaraan harus tetap terjaga.
Hindari saling intimidasi, provokasi, dan saling mencela satu sama lain.
"Karena Allah sudah mentakdirkan siapa jadi wali kota, siapa jadi gubernur, tidak usah khawatir. Biar kita bolak-balik, Allah sudah tetapkan, dulu waktu kotak kosong orang tidak bayangkan menang, tapi Allah dengan takdirnya telah menuliskan itu," ujar Danny.
"Kita harus jaga demokrasi agar pilkada luber, bebas dan rahasia tidak ada tekanan apapun, siapapun pilihan anda dilindungi oleh negara," tutupnya. (*)
| Kartu Nusuk Kini Dibagikan di Asrama Haji Sudiang Makassar |
|
|---|
| Kolom Teropong, Bandel |
|
|---|
| Lebih dari 800 UMKM Ramaikan CFD Boulevard Makassar, Kecamatan Fokus Tata Kawasan |
|
|---|
| Kemenhaj Sulsel: Konflik Timur Tengah Tak Hambat Ibadah Haji, Rute Bisa Berubah |
|
|---|
| Dikukuhkan Presiden Prabowo Subianto, Prof Hasnawi Haris Jadi Formatur PB IPSI 2026–2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Wali-Kota-Danny-Pomanto.jpg)