Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassar

Survei Terbaru: Basis Pemilih Indira-Ilham Disebut Kuat di Pilwali Makassar

Survei terbaru menunjukkan, meski Indira-Ilham memiliki basis pemilih kuat, perubahan suara masih bisa terjadi menjelang hari H pencoblosan Pilwali.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
IST
Founder dan Peneliti Utama Lembaga Survei Indikator, Prof. Burhanuddin Muhtadi, memaparkan hasil survei Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pilihan Warga Makassar, Kamis (21/11/2024). Meski Indira-Ilham memimpin dengan pemilih kuat, hasil Pilwali Makassar masih bisa berubah hingga detik terakhir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail dan Ilham Ari Fauzi, memiliki basis pemilih lebih kuat dibandingkan pasangan calon lainnya.

Berdasarkan hasil survei Indikator, Indira Yusuf Ismail menempati posisi kedua setelah Munafri Arifuddin dengan elektabilitas 25,1 persen. 

Dari angka tersebut, 85 persen pemilih Indira tergolong pemilih kuat, sementara 12,3 persen merupakan pemilih lemah, dan 2,6 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara itu, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham memiliki elektabilitas lebih tinggi, yaitu 41,9 persen. 

Namun, pemilih kuat Appi hanya mencapai 79,3 persen, sedangkan 18,2 persen adalah pemilih lemah, dan 2,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Pasangan calon nomor urut 2, Andi Seto Asapa dan Rezki Mulfiati Luthfi, memiliki elektabilitas 21,1 persen, berada di bawah Indira-Ilham dan Appi-Aliyah. 

Dari angka ini, 65,4 persen pemilih Seto tergolong kuat, sementara 34,6 persen pemilih lemah.

Terakhir, pasangan calon nomor urut empat, Amri Arsyid dan Rahman Bando, memiliki elektabilitas jauh lebih rendah, yaitu 2,1 persen. 

Basis pemilih kuat mereka hanya 49 persen, dengan 40,6 persen pemilih lemah, dan 10,4 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca juga: Kontroversi Survei LSI Denny JA: Tim MULIA Sebut Tidak Transparan dan Cenderung Ciptakan Opini

Founder dan Peneliti Utama Lembaga Survei Indikator, Prof Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa meskipun survei menunjukkan kecenderungan kuat, potensi perubahan suara menjelang pemilihan masih sangat besar.

“Apakah mungkin terjadi perubahan? Kami punya bukti bahwa perubahan masih sangat mungkin terjadi meskipun Pilkada tinggal 7 hari lagi,” ujarnya dalam rilis survei yang diterbitkan pada Kamis (21/11/2024).

Menurut Prof Burhanuddin, 21 persen pemilih di Makassar masih tergolong pemilih lemah.

Sementara 76,9 persen merupakan pemilih kuat, dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab. 

Selain itu, ada 9,7 persen pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Dari 90 persen pemilih yang sudah menentukan pilihan, 21 persen di antaranya berpotensi mengubah suara mereka. Pemilih ini sangat menentukan hasil akhir Pilwali,” tambahnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved