Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jalan Provinsi di Poros Moncongloe Maros Sulsel Berlumpur Tiap Hujan

Jalan poros Moncongloe Maros sering terendam air berlumpur tiap hujan turun. Warga dan pengendara berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini..

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Warga
Jalan poros di Kecamatan Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terendam air bercampur tanah merah tiap hujan turun. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Jalan poros di Kecamatan Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terendam air bercampur lumpur setiap kali hujan turun.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah pengendara yang melintas di area tersebut.

Salah satu pengendara, Syamsul, mengatakan bahwa ia terpaksa memperlambat laju kendaraan saat melintas.

“Karena tiap hujan selalu begini, terendam air bercampur lumpur dari tanah merah,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa ketinggian air saat ini sekitar 15 cm.

Selain hujan, air berlumpur ini diduga berasal dari area tambang yang tidak jauh dari jalan.

Syamsul berharap, pemerintah setempat dapat segera mengambil langkah untuk mencegah dampak buruk yang lebih parah lagi.

“Kalau diterjan hujan 1 jam, saya jamin jalan ini sudah tidak bisa dilewati. Ini saja baru turun hujan, ketinggian air sudah sekitar 15 cm,” terangnya.

Camat Moncongloe, Herwan, mengakui bahwa kejadian ini memang berulang setiap kali hujan turun.

Hal ini terjadi karena air turun dari dataran tinggi mengalir melintasi jalan menuju sungai tidak jauh dari jalanan.

“Memang kalau hujan deras, air mengalir deras sekali di jalanan menuju sungai kecil yang ada di bawah,” sebutnya.

Herwan menjelaskan, bahwa air yang mengalir ke jalan juga disebabkan tidak adanya drainase di pinggir jalan poros ini.

“Sementara jalan poros Moncongloe Zipur masuk jalan Provinsi, jadi menjadi kewenangan provinsi untuk pemeliharaannya,” jelasnya.

Meski menjadi jalur aliran air, jalan ini tetap dapat dilintasi saat hujan.

“Kendaraan masih bisa melintas karena air mengalir dan tidak tergenang. Kalau hujan deras, ketinggiannya bisa mencapai 20 cm, tapi kalau hujan berhenti, airnya juga sudah surut,” tutupnya.(*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved