Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN

sebelumnya ia menghabiskan sekitar Rp55 juta per bulan untuk membeli 3.000 liter solar guna mengoperasikan genset.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN - Instalasi-Tambak-Udang.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Petugas PLN mengawasi instalasi listrik di tambak udang vaname Desa Laikang Kabupaten Takalar, Sulsel, Rabu (30/10). Melalui Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) dengan layanan listrik dengan kapasitas 33 kiloVolt Ampere (kVA), PLN berhasil membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tambak udang seluas dua hektare ini menghemat biaya operasional hingga Rp15,8 juta per bulan.
Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN - instalasi-listrik-di-tambak-udang-vaname-Desa-Laikang-Kabupaten-Takalar-Sulsel.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Melalui Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) dengan layanan listrik dengan kapasitas 33 kiloVolt Ampere (kVA), PLN berhasil membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tambak udang seluas dua hektare ini menghemat biaya operasional hingga Rp15,8 juta per bulan.
Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN - Petugas-PLN-mengawasi-instalasi-listrik-di-tambak-udang-vaname-Desa-Laikang-Kabupaten-Takalar.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Sebelumnya Pemilik tambak menghabiskan sekitar Rp55 juta per bulan untuk membeli 3.000 liter solar guna mengoperasikan genset. Namun, dengan beralih ke listrik PLN, biaya ini menurun drastis menjadi Rp39,5 juta per bulan.
Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN - Petugas-PLN-mengawasi-instalasi-listrik-di-tambak-udang-vaname-Desa-Laikang-Kabupaten-Takalar-xcg.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Tak hanya hemat biaya, PLN juga memberikan solusi bagi tantangan yang dihadapi petambak akibat ketidakstabilan tegangan listrik dari genset.
Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN - Petugas-PLN-mengawasi-instalasi-listrik-di-tambak-udang-vaname-Desa-Laikang-gh.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Program EA PLN juga memungkinkan para petambak untuk berkontribusi pada energi terbarukan, dengan transaksi 40 unit Renewable Energy Certificate (REC), setara dengan 40 MWh energi terbarukan.
Foto-foto Tambak Udang Hemat Belasan Juta Per Bulan Berkat Program Electrifying Agriculture PLN - Petugas-PLN-mengawasi-instalasi-listrik-di-tambak-udang-vaname-Desa-Laikang-vghj.jpg
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Program EA PLN bertujuan untuk memodernisasi sektor agrikultur dengan alat dan mesin berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hingga Juli 2024, program ini telah melayani 3.350 pelanggan dengan total daya tersambung mencapai 188.685 kVA di wilayah Sulselrabar.

TRIBUN-TIMUR.COM - Program Electrifying Agriculture (EA) dari PT PLN (Persero) membawa angin segar bagi sektor tambak udang vaname di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Takalar.

Melalui layanan listrik dengan kapasitas 33 kiloVolt Ampere (kVA), PLN berhasil membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tambak udang di Takalar, seperti yang dijalankan Sardi di Desa Laikang, menghemat biaya operasional hingga Rp15,8 juta per bulan.

Sardi, pemilik tambak udang seluas dua hektare, mengungkapkan bahwa sebelumnya ia menghabiskan sekitar Rp55 juta per bulan untuk membeli 3.000 liter solar guna mengoperasikan genset.

Namun, dengan beralih ke listrik PLN, biaya ini menurun drastis menjadi Rp39,5 juta per bulan. "Dengan listrik PLN, kami dapat mengoptimalkan peralatan listrik seperti kincir air dan penerangan malam, yang sangat penting untuk menjaga kualitas udang," ujar Sardi, Rabu (30/10).

Tak hanya hemat biaya, PLN juga memberikan solusi bagi tantangan yang dihadapi petambak akibat ketidakstabilan tegangan listrik dari genset. Sardi sendiri mengalami dua kali gagal panen karena masalah ini.

Program EA PLN juga memungkinkan para petambak untuk berkontribusi pada energi terbarukan, dengan transaksi 40 unit Renewable Energy Certificate (REC), setara dengan 40 MWh energi terbarukan.

Menurut General Manager PLN UID Sulselrabar, Budiono, program EA PLN bertujuan untuk memodernisasi sektor agrikultur dengan alat dan mesin berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Hingga Juli 2024, program ini telah melayani 3.350 pelanggan dengan total daya tersambung mencapai 188.685 kVA di wilayah Sulselrabar.

"Dengan program EA ini, PLN ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendorong perekonomian melalui inovasi teknologi kelistrikan," ujar Budiono. Program ini juga semakin banyak diminati para petambak udang di Takalar yang telah merasakan manfaatnya, mulai dari efisiensi biaya hingga peningkatan kualitas budidaya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved