Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Sumpah Pemuda 2024

Sejarah Hari Sumpah Pemuda, Bahasa Melayu Nyaris Jadi Bahasa Persatuan

Pemuda-pemudi Indonesia menggugah semangat perjuangan dengan cara menyatakan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, atau Sumpah Pemuda.

Editor: Ansar
BanjarmasinPost
Sejarah Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. 

Ada lebih dari 700 orang yang hadir dalam Kongres Pemuda II. Mereka berasal dari organisasi dan latar belakang yang sangat beraneka ragam.

Rapat Kongres Pemuda II berakhir tanggal 28 Oktober 1928, menjelang pukul 22.00.

Setelah rapat selesai, keputusan Kongres Pemuda II dibacakan oleh ketua untuk meminta persetujuan dari para peserta.

Ketika dibacakan, keputusan kongres itu disebut sebagai ikrar pemuda yang kemudian dikenal Sumpah Pemuda. Dengan demikian, Kongres Pemuda II menghasilkan Sumpah Pemuda yang mulai diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober sejak 1959.

Fakta-fakta Sumpah Pemuda

1. Pada Awalnya Tidak Memiliki Nama 'Sumpah Pemuda'

Sumpah Pemuda kini dikenal sebagai tonggak sejarah pergerakan kemerdekaan.

Namun pada saat kongres berlangsung, rumusan yang ditulis oleh Mohammad Yamin itu tidak disebut sebagai Sumpah Pemuda.

Meski telah dibacakan pada kongres, rumusan ikrar itu tidak memiliki judul tertentu.

 Istilah Sumpah Pemuda baru muncul setelah kongres berlangsung beberapa hari.

Akan tetapi, peringatan Sumpah Pemuda tetap didasarkan pada tanggal pembacaan ikrar, yakni 28 Oktober.

2. Pembukaan Acara di Gereja

Kongres Pemuda II berjalan dalam 3 putaran.

Pembukaan berlangsung di Khatolieke Jongenlingen-Bond, Kompleks Katedral Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 1928, mulai pukul 21.30.

 Gereja dipilih karena memiliki aula dengan banyak bangku untuk menampung ratusan peserta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved