Cara Bedakan Kain Sutra Asli dan KW, Perhatikan Baunya saat Dibakar
Pemilik Toko Aminah Akil Silk, H Saharuddin mengungkap cara membedakan kain sutra asli atau KW/non sutra/palsu.
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kabupaten Wajo dikenal sebagai daerah penghasil kain sutra terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Ada satu kampung yang disebut Kampung Sutra.
Letaknya di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo.
Di kampung ini, hampir semua warganya berprofesi sebagai penenun dan pedagang kain sutra.
Lokasinya, berjarak sekitar 3 km dari Kota Sengkang, Ibu Kota Kabupaten Wajo.
Sangat mudah menemukan Kampung Sutera ini.
Sebab, Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun empat untuk menuju ke lokasi.
Baca juga: Kain Sutra dan Songkok Recca Diserbu Pembeli di Pasar Sentral Sengkang
Dari Masjid Agung Sengkang, hanya berjalan lurus mengikuti Jl Poros Anabanua-Sengkang.
Setelah itu, di sebelah kiri anda akan menemukan Gapura bercorak Sutera, disitu tertulis Kampung Sutera Sengkang.
Di sana, masyarakat maupun wisatawan dapat membeli sekaligus melihat proses produksi kain sutra.
Ada beragam motif kain sutra disediakan.
Antara lain corak Balo Tettong bergaris atau tegak, Makkalu artinya melingkar, Mallo’bang atau berkotak kosong, Balo Renni atau berkotak kecil dan masih banyak lagi.
Adapun alat digunakan dalam menenun sutra yakni, Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang masih tradisional.
Salah satu toko yang ada di kampung sutera adalah Toko Aminah Akil Silk milik H Saharuddin.
Harga kain sutera di Desa ini terjangkau sesuai dengan kualitasnya.
"Harga sutera dengan bahan dasar benang kokon dibanderol sebesar Rp300 ribu-Rp400 ribu per meter. Kalau kain sutra bahan dasar polyester seharga Rp50 ribu per meter. Dari dua harga tersebut pasti kualitasnya berbeda," ungkap Saharuddin, Sabtu (26/10/2024).
Dirinya menjelaskan, ada cara membedakan kain sutra asli atau KW/non sutra/palsu.
"Kala kita bakar sehelai kain sutra asli, akan mengeluarkan aroma rambut atau bulu ayam. Sedangkan non sutra jika dibakar, akan berbau kertas," jelasnya.
Ia mengaku kain sutra juga dapat dibeli diberbagai platform media sosial dan online shop.
"Sudah banyak yang jual lain. Tapi saran saya lebih baik beli langsung di tokonya agar bisa dilihat keasliannya," tuturnya.
Dikatakan, adapula yang dikirim ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bali dan Sumatera.
"Kalau kami di sini, masih ada yang dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Tergantung pesanan," katanya.
Sebagai informasi, kain sutra di Kampung Sutra Pakkana ini dibuat dengan berbagai jenis dan motif.
Misalnya pakaian (baju pesta, sarung dan selendang).
Serta produk lain seperti tas, dompet hingga dasi.
Bagi Anda yang penasaran bagaimana Kampung Sutra Pakkanna, silahkan berkunjung ke Kabupaten Wajo.(*)
| Innalillah, JCH Wajo Asal Kecamatan Sabbangparu Meninggal di Tanah Suci |
|
|---|
| Polres Jadwalkan Panggil Sainal Hayat Eks Sekwan Wajo Dugaan Korupsi Reses DPRD 2023 |
|
|---|
| 387 JCH Kloter 39 Asal Wajo, Bulukumba dan Sultra Tiba di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
| Eks Sekwan Wajo Siap Laporkan Dugaan Korupsi Reses DPRD ke Polisi |
|
|---|
| Polres Wajo Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Makan Minum Reses DPRD Wajo Tahun 2023 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kain-Sutra-di-Toko-Aminah-Akil-Silk-Pakkana-Wajo-Sulawesi-Selatan.jpg)