Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kabinet Merah Putih

Kabinet Merah Putih Prabowo Disorot Celios: Seleksi CPNS Diperketat tapi Jabatan Menteri Tidak

Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto disorot karena postur gemuk. Kabinet ke-42 dalam sejarah pemerintahan Indonesia

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pegambilan sumpah dan pelantikan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). Presiden Prabowo Subianto melantik 56 wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto disorot karena posturnya gemuk.

Kabinet ke-42 dalam sejarah pemerintahan Indonesia ini berisi 48 menteri, 5 pejabat setingkat menteri, dan 56 wakil menteri.

Total, ada 109 orang di dalamnya.

Gemuknya postur kabinet berdampak pada anggaran dihabiskan untuk belanja gaji dan tunjangan mereka.

Peneliti Center of Economic and Law Studies atau Celios, Hanif Imaduddin, menyatakan bahwa anggaran untuk gaji dan tunjangan menteri serta wakil menteri pada era Prabowo diprediksi mencapai Rp 777 miliar per tahun.

Pada era Jokowi (Kabinet Kerja dan Indonesia Maju), gaji dan tunjangan menteri dan wakil menteri diperkirakan hanya Rp 387,6 miliar per tahun.

"Kerugian negara akibat fenomena ini tidak hanya sebatas pemborosan fiskal, tetapi juga memperlebar angka ketimpangan," ungkap Hanif sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com, Senin (21/10/2024).

Baca juga: Intip Gaji Menteri Pertanian, Amran Sulaiman Donasi Rp2 M Biayai Pendidikan Anak Yatim Piatu

Hanif juga menyoroti bahwa meskipun gaji menteri relatif kecil, posisi ini dapat memberikan dampak ekonomi yang luas, seperti peningkatan nilai saham perusahaan yang dimiliki oleh menteri.

"Ini dapat dilihat sebagai manfaat dari akses kekuasaan," tambahnya.

Prabowo berargumen bahwa sebagai negara besar, Indonesia memerlukan banyak menteri untuk mengelola pemerintahan secara efektif.

Namun, Hanif mencatat bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat, yang memiliki populasi sekitar 346 juta, hanya memiliki 15 kementerian.

China, dengan populasi lebih dari 1,4 miliar, memiliki 21 kementerian.

"Banyaknya jumlah menteri bukanlah cara untuk meningkatkan efisiensi," tegas Hanif.

6 Putra Sulsel Jadi Menteri di Kabinet Merah Putih: Sjafrie Sjamsoeddin Gantikan Prabowo

Director of Fiscal Justice Celios, Media Wahyudi Askar, mengungkapkan bahwa jabatan strategis di pemerintahan, termasuk menteri, cenderung dibagikan berdasarkan kepentingan politik, bukan meritokrasi.

"Proses rekrutmen CPNS kini sangat ketat, tetapi jabatan menteri tidak mengikuti prinsip yang sama," kata Media.

Media menekankan pentingnya penguatan mekanisme pengawasan anggaran dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya publik untuk meminimalisasi pemborosan.

"Sinergi kuat antar lembaga seperti BPK, KPK, dan MA adalah kunci menciptakan pemerintahan yang bersih dan efisien," tambahnya.

Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto, mendukung keputusan Prabowo untuk mengakomodasi berbagai pihak dalam kabinetnya.

"Kabinet ini berusaha mengakomodasi semua, yang penting adalah koordinasi dan kolaborasi yang baik," ungkap Bima.

Bima yang juga merupakan calon menteri, menekankan pentingnya penyamaan frekuensi di antara para pembantu presiden agar semua pihak dapat bekerja menuju target yang sama.

Dengan rencana pengangkatan jumlah menteri yang signifikan, Indonesia menghadapi tantangan dalam hal efisiensi anggaran dan meritokrasi dalam pemerintahan.

Berikut daftar lengkap anggota Kabinet Merah Putih:

1. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Budi Gunawan

Wamen Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Lodewijk Freidrich Paulus

2. Menteri Koordinator Bidang Hukum Ham, Imigrasi dan Kemasryakatan: Yusril Ihza Mahendra

Wamen Koordinator Hukum HAM Imigrasi dan Pemasyarkatan: Otto Hasibuan

3. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

4. Menteri Koordinator Bidang Pangan: Zulkifli Hasan

5. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pratikno

6. Menteri Koordinator Bidang Pemerdayaan Masyarakat: Muhaimin Iskandar

7. Menteri Kordinator Bidang infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan: Agus Harimurti Yudhoyono

8. Menteri Sekretaris Negara: Prasetyo Hadi

Wamen Setneg: Bambang Eko Suhariyanto, Juri Ardiantoro

9. Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin

Wamenhan: Donny Ermawan Taufanto

10. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian

Wamendagri: Bima Arya Sugiarto, Ribka Haluk

11. Menteri Luar Negeri: Sugiono

Wamenlu: Armanatha Nasir, Anis Matta, Arief Hafas Oegroseno

12. Menteri Agama: Nasaruddin Umar

Wamenag: Romo Muhammad Syafii

13. Menteri Hukum: Supratman Andi Agtas

Wamen Hukum: Eddy Hiariej

14. Menteri Hak Asasi Manusia: Natalius Pigai

Wamen HAM: Mugianto

15. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan: Agus Andrianto

Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Silmi Karim

16. Menteri Keuangan: Sri Mulyani

Wamenkeu: Thomas Djiwandono, Suahasil Nazara, Anggito Abimanyu

17. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: Abdul Mu'ti

Wamen Dikdasmen: Fajar Riza Ul Haq, Atip Latifulhayat

18. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi: Satrio Sumantri Brodjonegoro

Wamen Dikti Sains dan Teknologi: Fauzan, Stella Christie

19. Menteri Kebudayaan: Fadli Zon

Wamen Kebudayaan: Giring Ganesha

20. Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin

Wamen Kesehatan: Dante Saksono

21. Menteri Sosial: Saifullah Yusuf

Wamensos: Agus Jabo Priyono

22. Menteri Ketenagakerjaan: Yassierli

Wamenaker: Imanuel Ebenezer

23. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala BP2MI: Abdul Kadir Karding

Wamen Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI: Christina Aryani, Zulfikar Ahmad Tawalla

24. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita

Wamenperin: Faisol Riza

25. Menteri Perdagangan: Budi Santoso

Wamendag: Dyah Roro Esti Widya Putri

26. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Bahlil Lahadalia

Wamen ESDM: Yulliot

27. Menteri Pekerjaan Umum: Raden Dodi Hanggodo

Wamen PU: Diana Kusumastuti

28. Menteri Perumahan Rakyat: Maruarar Sirait

Wamen PR: Fahri Hamzah

29. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal: Yandri Susanto

Wamendes: A Riza Patria

30. Menteri Transmigrasi: Iftitah Suryanegara

Wamen Transmigrasi: Viva Yoga Mauladi

31. Menteri Perhubungan: Dudy Purwagandhi

Wamenhub: Suntana

32. Menteri Komunikasi dan Digital: Meutya Hafid

Wamen Kominikasi dan Digital: Angga Raka Prabowo, Nezar Patria

33. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman

Wamentan: Sudaryono

34. Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni

Wamen Kehutanan: Sulaiman Umar Siddiq

35. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono

Wamen KKP: Didiet Herdiawan

36. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Nusron Wahid

Wamen ATR/Waka BPN: Ossy Dermawan

37. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Rachmat Pambudy

Wakil Bappenas: Febrian Alfianto Ruddyard

38. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Rini Widiantini

Wamen PAN-RB: Purwadi

39. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir

Wamen BUMN: Kartiko Wiroatmojo, Aminuddin Ma'ruf, Dony Oskaria

40. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional: Wihaji

Wakil BKKBN: Isyana Bagoes Oka

41. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup: Hanif Faisol

Wamen Lingkungan Hidup: Diaz Hendropriyono

42. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Penanaman Modal: Rosan Roeslani

Wamen Investasi Hilirisasi : Todotua Pasaribu

43. Menteri Koperasi: Budi Arie

Wamenkop: Feri Joko Juliantono

44. Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah: Maman Abdurrahman

Wamen UMKM: Helvi Yuni Moraza

45. Menteri Pariwisata: Widianti Putri

Wamen Pariwisata: Ni Luh Puspa

46. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Teuku Riefky Harsya

Wamen Ekonomi Kreatif: Umar BA

47. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Arifatul Choiri Fauzi

Wamen PPA: Veronica Tan

48. Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo

Wamenpora: Taufik Hidayat

Selanjutnya Kementerian dan lembaga yang tidak di bawah koordinasi Menko:

49. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin

50. ⁠Kepala BIN Muhammad Herindra

51. Kepala Staf Kepresidenan  Letjen (Purn) AM Putranto 

Wakil KSP: Qodari

52. ⁠Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi

53. ⁠Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.(*)

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved