Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cara LAZ Hadji Kalla Tingkatkan Ekonomi Warga Pelosok Donggala Sulteng

Desa Rano dan Desa Manimbaya yang berada di Kecamatan Balaesang Tanjung menjadi penerima manfaat program pemberdayaan desa terbaru LAZ Hadji Kalla.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Kalla Group
Tim LAZ Hadji Kalla melakukan pendampingan kepada desa binaan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (15/10/2024). LAZ Hadji Kalla memperluas wilayah penyebaran manfaat di Kabupaten Donggala dengan menambah dua lokasi desa dampingan baru pada tahun 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - LAZ Hadji Kalla memperluas wilayah penyebaran manfaat di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan menambah dua lokasi desa dampingan baru pada tahun 2024. 

Desa Rano dan Desa Manimbaya yang berada di Kecamatan Balaesang Tanjung menjadi penerima manfaat program pemberdayaan desa terbaru.

Sejak awal tahun 2023, LAZ Hadji Kalla melalui bidang ekonomi dan sosial, telah menjalankan program pemberdayaan dan pendampingan desa tang dikenal Desa Bangkit Sejahtera (DBS) di dua desa pelosok yang ada di Kabupaten Donggala.

Yakni Desa Powelua di Kecamatan Banawa Tengah dan Desa Tosale di Kecamatan Banawa Selatan.  

Program Manager Bidang Community Development LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin menjelaskan terpilihnya keempat desa ini karena kondisi ekonomi, sosial, lingkungan masyarakat yang masih minim.

Padahal desa-desa ini memiliki sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang potensial yang bisa dikembangkan untuk mencapai tingkat kesejahteraan.  

Di Desa Rano dan Manimbaya, pihaknya membantu pengembangan komoditi nilam, sebagai salah satu komoditi yang potensial di dua desa tersebut.

Memiliki nilai ekonomi relatif tinggi, fasilitator LAZ Hadji Kalla dari dua desa tersebut telah membagikan total 18.000 benih nilam varietas unggul kepada sejumlah petani binaan.

“Serta pelatihan teknis budidaya nilam yang disampaikan oleh tenaga ahli yang kompeten dari instansi terkait untuk membantu meningkatkan kapabilitas petani penerima manfaat,” jelas Erny, dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10/2024).

Sebelumnya warga dari dua desa ini lebih banyak membudidayakan komoditi cengkeh sebagai komoditi utama sumber mata pencaharian.

Sehingga dengan dikembangkannya komoditi nilam oleh LAZ Hadji Kalla bisa membuka wawasan warga akan keberagaman komoditi desa yang dapat dijadikan sumber mata pencaharian.  

Kepala Desa Rano, Alimuddin mengaku bersyukur atas bantuan benih nilam dan juga inovasi Keramba Jaring Apung (KJA) untuk memberdayakan para petani dan nelayan danau. 

“Kami sangat terbantu dengan benih nilam yang telah diberikan, terlebih lagi dari inovasi KJA ini, sehingga warga yang selama ini mengandalkan metode tradisional dalam menangkap ikan, sekarang memiliki cara baru yang lebih produktif dan ramah lingkungan,” kata Alimuddin. 

Selain pengembangan komoditi nilam di Desa Manimbaya, fasilitator LAZ Hadji Kalla juga menginisiasi pengembangan produk lokal olahan minyak kelapa.

Pengembangan produk ini juga disertai pelatihan untuk mengajari warga cara mengolah kelapa menjadi minyak berkualitas tinggi. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved