Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sawah Tadah Hujan

44 Persen Sawah Tadah Hujan, Dinas TPH Bun Sulsel Optimistis Hadapi Musim Tanam Oktober 2024

Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel Imran Jausi tak menampik kebutuhan air hujan untuk persawahan sangat besar.

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Panorama indahnya hamparan sawah bertingkat (Terasering) di Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terabadikan melalui lensa drone Tribun Timur, Kamis (16/11/2023). Terletak sekitar 60 kilometer dari pusat kota Sinjai, Desa Gunung Perak adalah pintu gerbang menuju Gunung Bawakaraeng. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH Bun) Sulsel Imran Jausi tak menampik kebutuhan air hujan untuk persawahan sangat besar.

Sebab presentasi sawah tadah hujan di Sulsel begitu tinggi mencapai angka 56 persen.

“Nanti turun hujan baru kita menanam, karena sawah tadah hujan sampai 44 persen, 56 persen irigasi. Jadi 44 persen inilah yang menunggu hujan turun,” kata Imran Jausi.

Imran Jausi percaya diri menghadapi musim tanam Oktober - Maret.

Sebab, sudah banyak bantuan pemerintah disalurkan ke masyarakat.

Mulai dari pompa air, pembuatan sumur dalam sampai benih padi.

“Kita percaya diri memasuki musim taman Oktober-Maret, karena memang untuk beban kita ini sebagai lumbung pangan nasional ini besar sekali,” jelasnya.

Baca juga: Realisasi Pendapatan Daerah Capai Rp7 Triliun, Bapenda Sulsel Permudah Pembayaran Pajak

“Sehingga banyak bantuan dari kementerian itu, untuk menopang seluruh sektor tanaman pangan ini, memang harus kita kawal dengan baik di lapangan,” Imran menambahkan.

Dinas TPH-Bun Sulsel melahirkan Sistem Evaluasi Jembatan Alsintan Teknologi (Sejati).

“Ini solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan mendesak akan pengelolaan alsintan yang lebih baik,” kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas TPH-Bun Sulsel, Mario Mega.

Sejati menjadi platform digital yang dirancang memantau dan mengevaluasi penggunaan alsintan di Sulsel.

Dengan teknologi ini, pengumpulan data menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.

“Jadi memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan efektif,” kata Mario 

Unit Kerja ini, lanjut Mario Mega dapat memantau kinerja alsintan secara real-time. Sehingga menghemat waktu, dan mengurangi potensi kesalahan.

Baca juga: Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Fokus Benahi Infrastruktur, Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen

Alsintan bekerja di sawah-sawah masyarakat bisa dipantau produktivitasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved