Sawah Tadah Hujan
44 Persen Sawah Tadah Hujan, Dinas TPH Bun Sulsel Optimistis Hadapi Musim Tanam Oktober 2024
Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel Imran Jausi tak menampik kebutuhan air hujan untuk persawahan sangat besar.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Abdul Azis Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM - Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH Bun) Sulsel Imran Jausi tak menampik kebutuhan air hujan untuk persawahan sangat besar.
Sebab presentasi sawah tadah hujan di Sulsel begitu tinggi mencapai angka 56 persen.
“Nanti turun hujan baru kita menanam, karena sawah tadah hujan sampai 44 persen, 56 persen irigasi. Jadi 44 persen inilah yang menunggu hujan turun,” kata Imran Jausi.
Imran Jausi percaya diri menghadapi musim tanam Oktober - Maret.
Sebab, sudah banyak bantuan pemerintah disalurkan ke masyarakat.
Mulai dari pompa air, pembuatan sumur dalam sampai benih padi.
“Kita percaya diri memasuki musim taman Oktober-Maret, karena memang untuk beban kita ini sebagai lumbung pangan nasional ini besar sekali,” jelasnya.
Baca juga: Realisasi Pendapatan Daerah Capai Rp7 Triliun, Bapenda Sulsel Permudah Pembayaran Pajak
“Sehingga banyak bantuan dari kementerian itu, untuk menopang seluruh sektor tanaman pangan ini, memang harus kita kawal dengan baik di lapangan,” Imran menambahkan.
Dinas TPH-Bun Sulsel melahirkan Sistem Evaluasi Jembatan Alsintan Teknologi (Sejati).
“Ini solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan mendesak akan pengelolaan alsintan yang lebih baik,” kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas TPH-Bun Sulsel, Mario Mega.
Sejati menjadi platform digital yang dirancang memantau dan mengevaluasi penggunaan alsintan di Sulsel.
Dengan teknologi ini, pengumpulan data menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan.
“Jadi memungkinkan kita untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan efektif,” kata Mario
Unit Kerja ini, lanjut Mario Mega dapat memantau kinerja alsintan secara real-time. Sehingga menghemat waktu, dan mengurangi potensi kesalahan.
Baca juga: Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Fokus Benahi Infrastruktur, Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen
Alsintan bekerja di sawah-sawah masyarakat bisa dipantau produktivitasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SAWAH-TERASERING5.jpg)