AJI
Pelatihan Keamanan Digital AJI, WR II UNM Prof Ichsan Ali: Kita Harus Sadar Risiko Serangan Siber
M Ichsan Ali memberikan sambutan pada pelatihan keamanan Digital Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI)
TRIBUN-TIMUR.COM- Wakil Rektor II UNM, Prof Dr M Ichsan Ali memberikan sambutan pada pelatihan keamanan Digital Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) di Ballroom Pinisi D, Menara Pinisi, Jl AP Pettarani, Makassar, Sabtu (28/9/2024).
Hadir langsung Ketua AJI Makassar, Didit Hariyadi, Kepala Divisi Keanggotaan dan Pendidikan sekaligus Manager Online Tribun Timur, Bapak Edi Sumardi, Pengurus AJI Makassar, dan Para aktivis Pers Mahasiswa se-Kota Makassar.
"Pertama saya ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, yang memilih kampus UNM sebagai bagian yang tidak terpisahkan atas tumbuhnya pemikiran-pemikiran kritis dan progresif di Kota Makassar. Saya pikir, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di era sekarang, Era digital," katanya.
Ia menyampaikan, seperti yang kita lihat hingga hari ini, banjir informasi yang begitu banyak setiap saat dan begitu mudah diakses, salah satunya cukup melalui gawai kita.
"Dan, mungkin kita baru sadari bahwa siber begitu berbahaya bagi kita semua. Risiko serangan siber, kebocoran data, hingga pelacakan digital menjadi isu yang harus disadari oleh kita semua," katanya.
Sebagai pimpinan kampus, lanjut Ichsan Ali, ingin menyampaikan bahwa Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan bangga menjadi tempat di mana lembaga-lembaga pers mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
"Di tingkat universitas, kita memiliki Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi. Di tingkat fakultas, ada LPM Psikogenesis di Fakultas Psikologi, LPM Estetika di Fakultas Bahasa dan Sastra, LPM Bioma di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta berbagai LPM lainnya di tingkat prodi,"katanya.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa UNM selalu memberikan dukungan penuh bagi perkembangan pers mahasiswa, karena kami percaya bahwa peran pers mahasiswa sangat penting dalam menyuarakan aspirasi dan menjadi agen perubahan di kampus.
"Saya ingin katakan begini, bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, khususnya mereka yang aktif menjadi pers mahasiswa,"katanya.
Bagi Guru Besar Ilmu Teknik Sipil ini mengatakan, pers mahasiswa memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pers mahasiswa seperti yang kita ketahui bersama, adalah garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi, mengangkat isu-isu kampus, dan bahkan melampaui itu, mengangkat berbagai persoalan yang ada di masyarakat luas. Pers mahasiswa hadir sebagai agen perubahan, yang bukan hanya sekadar memberitakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk kita semua.
Namun, karena kita sudah berada di zaman berbeda, pers mahasiswa tidak bisa lagi hanya mengandalkan keterampilan jurnalistik tradisional, seperti menulis dan melakukan reportase.
"Tetapi harus adaptif dengan perubahan zaman. Bahwa di era digital ini, kita juga dituntut untuk menguasai berbagai platform digital, memanfaatkan teknologi untuk penyebaran informasi yang lebih luas dan efektif.
Inilah yang disebut sebagai "Jurnalisme Digital". Penguasaan terhadap teknologi digital menjadi keharusan, karena itulah jalur yang paling cepat dan efisien dalam menyampaikan pesan kepada audiens," katanya.
Untuk itu, sekali lagi perlu saya sampaikan bahwa, mewakili Universitas Negeri Makassar, sangat mendukung setiap inisiatif yang dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi mahasiswa, termasuk dalam bidang pers.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Ichsan-Ali-UNM-2.jpg)