Unhas-Perdik Latih Penyandang Disabilitas di Makassar Melek Digital
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyandang disabilitas usia produktif di Makassar diajar untuk meningkatkan keterampilan digital atau melek digital.
Itu melalui pelatihan “Berdaya Muda: Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Usia Produktif" di PlazGozz Cafe Makassar, Senin (16/9/2024).
Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PERDIK) Kota Makassar.
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.
Serta memperoleh informasi yang lebih akurat dan relevan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi.
"Kenyataannya, hingga saat ini penyandang disabilitas di Indonesia, khususnya pada kelompok pemuda atau usia produktif, masih menghadapi tantangan besar," kata Ketua Panitia, Rahmatul Furqan dalam keterangannya, Selasa (17/9/2024).
Dosen Ilmu Komunikasi Unhad ini memaparkan, angka kemiskinan di kalangan penyandang disabilitas masih tinggi, yakni sekitar 14,97 persen pada tahun 2018.
Angka ini kontras dengan penurunan kemiskinan secara nasional yang telah mencapai satu digit.
Ia juga menyoroti rendahnya partisipasi penyandang disabilitas dalam pasar tenaga kerja, yang hanya mencapai 31,63 persen, jauh di bawah angka partisipasi non disabilitas yang hampir mencapai 70 persen.
Pelatihan ini juga mendapat dukungan dari DRTPM Kemendikbudristek Tahun 2024, yang memungkinkan terselenggaranya berbagai materi penting terkait literasi digital, seperti keamanan digital, keuangan digital, dan teknologi assistive.
"Di era digital saat ini, ketika banyak aspek kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan semakin bergantung pada teknologi, kurangnya akses dan literasi teknologi dapat menghambat partisipasi penuh penyandang disabilitas dalam masyarakat," kata Sartika Sari Wardanhi, dosen Ilmu Komunikasi Unhas yang juga menjadi salah satu pemateri.
Sementara itu, Anugrayani Bustamin, pemateri dari Fakultas Teknik Unhas, menambahkan bahwa teknologi assistive terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan aksesibilitas penyandang disabilitas.
“Teknologi ini memungkinkan penyandang disabilitas untuk berpartisipasi secara lebih inklusif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi," katanya.
Pelatihan ini mendapat respons positif dari para peserta, terutama anggota PERDIK Kota Makassar yang mengakui bahwa sering menjadi korban hoaks dan penipuan online, yang kerap merugikan secara finansial.
Lutfi, pengurus PERDIK Makassar yang juga menjadi peserta, mengapresiasiinisiasi pelatihan ini.
“Kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan. Kami berharap ada pelatihan lanjutan, terutamaterkait investasi digital karena banyak penyandang disabilitasyang mulai tertarik dengan hal ini," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Foto-bersama-usai-pelatihan-Berdaya-Muda-Literasi-Digital-untuk-Penyandang-Disabilitas.jpg)