Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PON 2024

Cabor Muaythai Sumbang 3 Medali untuk Sulsel di PON Aceh-Sumut

Jika berkaca hasil PON XX Papua lalu, pencapaian Muaythai Sulsel memang menurun di PON Aceh-Sumut ini.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
Muaythai Sulsel
Ketua Muaythai Sulsel, Nurahmi (tengah) bersama atlet yang turun di PON Aceh-Sumut 2024. Muaythai Sulsel sumbang tiga medali perunggu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Muaythai menyumbang tiga medali perunggu untuk Sulawesi Selatan (Sulsel) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024.

Medali dipersembahkan Nur Afni di kelas 51 kilogram putri, Siti Maudy Mardani di kelas 60 kilogram  putri dan M Ryan Andika di kelas 60 kilogram putri.

Ketua Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (Pengprov) Sulsel, Nurahmi mengatakan, hasil ini patut disyukuri.

Para atlet telah berjuang maksimal demi mengharumkan nama Sulsel di PON Aceh-Sumut.

"Alhamdulillah ada medali dibawa pulang, dari pada tidak ada sama sekali. Atlet telah memberikan yang terbaik," katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui telepon, Rabu (11/9/2024).

Baca juga: Pj Gubernur Sulsel Zudan Nonton Langsung Atlet Judo Sulsel vs Jakarta PON XXI

Jika berkaca hasil PON XX Papua lalu, pencapaian Muaythai Sulsel memang menurun di PON Aceh-Sumut ini.

Waktu di PON Papua, Muaythai Sulsel bawa tiga medali. 

Rinciannya, satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu.

Torehan medali ini sebenarnya berpeluang dipertahankan andaikata di kelas 51 kilogram putri dan 60 kilogram putri, Sulsel melayangkan protes.

Nurahmi mengungkapkan, hasil pertandingan semi final di dua kelas tersebut lawan Jawa Timur, atletnya berhak maju ke babak final.

Namun, Sulsel terkendala biaya untuk melayangkan protes.

Biaya protes untuk satu nomor kisaran Rp10 juta. 

Jadi total Rp20 juta harus dibayar di dua nomor.

"Saya tidak mungkin protes kalau ada sesuatu yang tidak benar di lapangan. Mungkin keterbatasan anggaran protes, mungkin pemerintah tak siapkan anggaran untuk protes," ujarnya.

Ia pun meminta pemerintah menyiapkan anggaran untuk protes hasil pertandingan di PON.

Sebab, menurutnya hal tersebut sangat penting dan mempengaruhi situasional medali.

"Andaikata kita protes, kita berpeluang bawa pulang satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu," sebutnya.

Evaluasi Persiapan PON

Nurahmi meminta seluruh pihak terkait evaluasi kekurangan dalam persiapan PON Aceh-Sumut.

Supaya hal serupa tidak terjadi lagi ketika PON XXII Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 2028 mendatang.

Ia menyoroti tak adanya uji tanding bagi atlet.

Belum lagi keterbatasan fasilitas dan anggaran disiapkan.

"Kemarin tidak ada pengalaman uji tanding. Terbatas fasilitas maupun anggaran disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel," keluh perempuan berpangkat Mayor TNI ini.

Ia membeberkan, untuk bisa berprestasi harus atlet harus disiapkan jauh-jauh hari.

Bukan di masa satu tahun sebelum PON. Apalagi, ada Pra PON.

"Harus disiapkan dari sekarang setelah PON. Bia ada jangka panjang menuju PON selanjutnya," pintanya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved