Dosen UMI Berikan Pendampingan dan Peralatan Antropometri Portabel kepada Kader Posyandu di Sidrap
Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama timnya memberikan pendampingan serta menyerahkan peralatan antropometri portabel
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama timnya memberikan pendampingan serta menyerahkan peralatan antropometri portabel kepada kader Posyandu di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DRTPM) Dikti.
Dipimpin oleh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI, Sartika, SKM., M.Kes., juga melibatkan dosen dari Universitas Mega Rezky, Nur Asmi, SKM., M.Kes., serta Hj. Suriyanti Suyuti.
Mereka bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan para kader Posyandu dalam mendeteksi status gizi anak melalui penggunaan alat antropometri.
Sartika menjelaskan, inisiatif ini berawal dari observasi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya, di mana ditemukan berbagai kendala yang dialami oleh kader Posyandu dalam mengukur status gizi anak-anak.
"Kami melihat adanya kebutuhan akan peralatan yang lebih portabel serta pelatihan yang tepat agar para kader dapat berperan lebih optimal," ujar Sartika dalam siaran pers, Senin (10/09/2024).
Kegiatan yang berlangsung Senin, 12 Agustus 2024 lalu, dihadiri oleh 10 kader Posyandu yang dipimpin oleh Hj. Pahsiah dan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Desa Allakuang, Suarni, yang mewakili Kepala Desa.
Dalam sambutannya, Suarni menekankan pentingnya pendampingan ini.
"Desa Allakuang memiliki potensi besar dalam hal peningkatan gizi, namun masih terdapat anak-anak yang mengalami stunting. Program ini sangat bermanfaat untuk menanggulangi masalah tersebut," ungkapnya.
Selain para dosen, tiga mahasiswa aktif UMI turut membantu dalam pelaksanaan program.
Mereka memberikan pelatihan kepada kader Posyandu mengenai penggunaan peralatan antropometri portabel, yang terdiri dari timbangan berat badan anak dan bayi, pengukur tinggi badan anak dan bayi, tikar stunting, waist ruler, pita LILA, serta tas khusus untuk memudahkan mobilisasi peralatan.
Sebelum pelatihan ini, para kader sering menghadapi kesulitan karena harus meminjam alat yang cukup berat dari Posyandu lain.
Dengan adanya peralatan yang lebih portabel dan pelatihan khusus, kini mereka lebih siap dalam memantau status gizi dan pertumbuhan anak-anak di desa.
“Dengan selesainya kegiatan ini, diharapkan kapasitas kader Posyandu dalam menangani masalah gizi, khususnya stunting, dapat meningkat secara signifikan” tutup Sartika.
| Dari Gua Prasejarah ke Dunia Maya: Dosen UMI Digitalisasi Pemandu Wisata Leang-Leang |
|
|---|
| Inovasi K3 & Digitalisasi Pemasaran untuk Pengrajin Besi Maseppe Sidrap |
|
|---|
| Selamat! Dosen UMI, drg. Nur Fadhilah Arifin Lolos Dana IRT Dikti 2024 |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Innalillahi, Ketua KKLR Luwu-Dosen UMI Zainuddin Rahman Meninggal |
|
|---|
| Asri Tadda: Muhlis Sufri Sangat Cerdas, Analisanya Brilian, dan Selalu Bertindak sebagai Akademisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/antropometri-portabel.jpg)