Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teknologi OsteoCloud, Deteksi Osteoporosis Dalam Hitungan 6 Detik

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus menciptakan gebrakan di dunia kedokteran

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sanovra Jr
Teknologi OsteoCloud, Deteksi Osteoporosis Dalam Hitungan 6 Detik - OsteoCloud.jpg
Dok
Konsultan Radiologi Muskuloskeletal Indonesia, dr. Paulus Rahardjo, memperkenalkan OsteoCloud dari Biomedica pada ajang PITNAS 2024 yang digelar PEROSI
Teknologi OsteoCloud, Deteksi Osteoporosis Dalam Hitungan 6 Detik - OsteoCloud2.jpg
Dok
Suasana PITNAS 2024 yang digelar PEROSI saat Konsultan Radiologi Muskuloskeletal Indonesia memperkenalkan OsteoCloud dari Biomedica.

TRIBUN TIMUR.COM - Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus menciptakan gebrakan di dunia kedokteran, salah satunya melalui inovasi dalam deteksi dini osteoporosis.

OsteoCloud, produk dari Biomedica hadir sebagai solusi diagnosis cepat dan terjangkau yang dapat meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama di Indonesia yang memiliki prevalensi osteoporosis sebesar 19,7 persen.

Dengan kemampuannya mendeteksi penyakit ini hanya dalam waktu 6 detik, OsteoCloud diyakini mampu memperluas cakupan deteksi dini di seluruh penjuru negeri.

Sebagai alat yang mengandalkan AI, OsteoCloud menawarkan efisiensi luar biasa.

Dibandingkan metode sebelumnya seperti DEXA BMD, teknologi ini tidak memerlukan investasi besar dalam infrastruktur baru.

Klinik ortopedi atau rumah sakit cukup menggunakan perangkat digital X-ray yang sudah ada, memungkinkan adopsi cepat di berbagai fasilitas kesehatan.

Dalam presentasinya di Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (PITNAS) 2024, dr. Paulus Rahardjo, Sp.Rad(K), CCD, menjelaskan bahwa OsteoCloud memiliki tingkat akurasi 96 persen menganalisis foto X-ray area pinggul, yang direkomendasikan oleh WHO untuk deteksi osteoporosis. 

Ini memungkinkan diagnosis lebih cepat dan luas, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia, di mana akses ke teknologi medis canggih masih terbatas.

"Teknologi ini memungkinkan diagnosis osteoporosis dengan cepat dan relatif murah dibandingkan teknologi sebelumnya,” kata dr. Paulus Rahardjo, dalam siaran persnya, Minggu (8/9/2024).

OsteoCloud dirancang untuk menyederhanakan proses deteksi dan diagnosis osteoporosis
OsteoCloud dirancang untuk menyederhanakan proses deteksi dan diagnosis osteoporosis (Dok)

Sementara itu, Dr. Zhang, Han-Wei, CEO Biomedica menekankan bahwa OsteoCloud dapat dioptimalkan untuk program screening berskala nasional, seperti yang sukses dilakukan di Taiwan. 

Tantangan geografis dan populasi besar di Indonesia, menurutnya, membuat teknologi ini sangat relevan. 

"OsteoCloud memungkinkan pemeriksaan osteoporosis yang cepat, murah, dan dapat diakses oleh masyarakat luas, termasuk di wilayah pedesaan yang terpencil," ungkapnya.

Dengan kemampuannya melayani hingga 160 pasien per hari, OsteoCloud menawarkan solusi nyata bagi penanganan osteoporosis di Indonesia.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat langkah pemerintah dan sektor kesehatan untuk menangani penyakit yang sering disebut sebagai "si pembunuh senyap" ini sebelum kondisinya memburuk pada banyak pasien.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved