Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sosok Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, Satu-satunya TNI Bikin PM Israel Bertekuk Lutut, Kawan Prabowo

Sjafrie Sjamsoeddin pernah hampir terlibat baku tembak dengan pengawal pribadi Perdana Menteri Israel ketika Soeharto melakukan

Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
Profil Sjafrie Sjamsoeddin Purnawiran TNI pernah bikin PM Israel bertekuk lutut, ternyata sahabat Prabowo. 

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Indonesia di era Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Sjafrie, merupakan lulusan Akademi Militer (1974) berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus).

Inilah profil dan sosok Sjafrie Sjamsoeddin pensiunan jenderal bintang tiga yang digadang-gadang kuat sebagai calon menteri.

Sjafrie Sjamsoeddin ternyata sahabat Prabowo Subianto saat aktif di TNI, keduanya berada seangkatan di Angkatan Darat (AD).

Keduanya memang terlihat akrab dan sering bersama.

Saking dekatnya, Sjafrie Sjamsoeddin diangkat menjadi penasihat khusus di Kementerian Pertahanan, saat Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan.

Kini mantan pengawal pribadi Presiden Soeharto memang Sjafrie Sjamsoeddin dan Prabowo Subianto terlihat sering berfoto bersama.

Kini, Sjafrie Sjamsoeddin pun disebut bakal masuk di kabinet Prabowo - Gibran.

Lantas seperti apa profil dan perjalanan kariernya?

Sosok Sjafrie Sjamsoeddin
 
Mengutip Harian Kompas 14 Agustus 1996, Sjafrie Sjamsoeddin merupakan pria kelahiran Ujungpandang 30 Oktober 1952 

Ia merupakan Akabri 1974, satu angkatan dengan Prabowo Subianto.

Sjafrie pernah tercatat menggeluti ilmu bidang bisnis dan meraih gelar MBA tahun 1993.

Karier militernya dimulai di lingkungan baret merah Kopassus dengan jabatan sebagai Danton Grup I, Danki II Grup I, Pa Intel Grup I, Dan Satlak Pengawal Pribadi Presiden RI, Wadan Yon Grup I, Danyon I Grup I, Waasops Dan Kopassus (1975-1991).

Selain itu, ia pernah bertugas sebagai pengawal pribadi Presiden Soeharto dalam setiap kunjungan ke luar negeri.

Sjafrie antara lain pernah menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto ketika  kunjungan kerja ke Malaysia, Singapura, Filipina, Srilanka (1979), Amerika Serikat, Jepang (1980), AS, Jepang, Korea, Spanyol (1982), Malaysia, Singapura (1984), AS, Timur Tengah, Tunisia (1993), India (1994), Denmark, Bosnia, Kroasia, Jerman, CIS (1995).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved