Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Seminar Internasional 4 Ethos 4 Jusuf

Anhar Gonggong Sejarawan Kelahiran Pinrang dan Anak Korban Keganasan Westerling

Prof Dr Anhar Gonggong MA merupakan sejarawan kelahiran Pinrang, Sulsel, 14 Agustus 1943. Kini berusia 81 tahun.

Editor: Edi Sumardi
BNPT
Sejarawan, Prof Dr Anhar Gonggong MA 

TRIBUN-TIMUR.COM - Prof Dr Anhar Gonggong MA merupakan sejarawan kelahiran Pinrang, Sulsel, 14 Agustus 1943.

Kini berusia 81 tahun.

Anhar kecil tumbuh di tengah pergolakan sejarah bangsa.

Ayahnya menjadi korban pembantaian Westerling, sebuah peristiwa kelam yang menorehkan luka mendalam bagi keluarganya. 

Pengalaman traumatis ini menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar pada sejarah, terutama mengenai peristiwa-peristiwa yang pernah menimpa bangsanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Anhar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Leiden, Belanda.

Pendidikan formal ini membekali Anhar dengan pengetahuan sejarah yang mendalam serta kemampuan menganalisis sumber-sumber sejarah secara kritis.

Sepulang dari Belanda, Anhar aktif sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta.

Ia juga menjabat sebagai peneliti di Pusat Penelitian Sejarah dan Antropologi.

Sebagai seorang akademisi, Anhar telah menghasilkan sejumlah karya tulis ilmiah yang membahas berbagai aspek sejarah Indonesia, mulai dari sejarah politik, sosial, hingga budaya.

Anhar dikenal sebagai seorang sejarawan yang kritis dan berani mengungkapkan pendapatnya.

Ia tidak segan-segan mengoreksi kesalahan sejarah yang telah beredar luas di masyarakat. Salah satu contohnya adalah ketika ia meluruskan kesalahan mengenai perancang lambang negara Indonesia.

Anhar juga kerap memberikan pandangan kritis terhadap berbagai isu kontemporer yang berkaitan dengan sejarah. Ia seringkali menjadi narasumber dalam berbagai diskusi dan seminar tentang sejarah. Melalui tulisan dan ceramahnya, Anhar berupaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempelajari sejarah.

Selain sebagai akademisi, Anhar juga pernah menjabat sebagai birokrat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved