Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akmil 2001

Sosok Kolonel Infanteri Nur Wahyudi Komandan Upacara di IKN, Pasukan Elit Kopassus Alumni Akmil 2001

Sosok Kolonel Infanteri Nur Wahyudi Komandan pasukan elit Kopassus alumnus Akademi Militer atau Akmil 2001. Komandan Satuan atau Dansat-81 Kopassus.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sakinah Sudin
YouTube Sekretariat Presiden
Kolonel Infanteri Nur Wahyudi saat menjadi Komandan Upacara HUT ke-79 RI di IKN, Sabtu (17/8/2024). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah sosok Kolonel Infanteri Nur Wahyudi pasukan elit Kopassus alumnus Akademi Militer atau Akmil 2001

Kolonel Infanteri Nur Wahyudi jadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024).

Lantas siapa Kolonel Infanteri Nur Wahyudi?

Dilansir dari Kompas.com, Kolonel Infanteri Nur Wahyudi belum lama ini dilantik sebagai Komandan Satuan atau Dansat-81 Kopassus.

Saat awal pembentukan pada 1981, Sat 81 Kopassus lebih dulu dinamai Detasemen Khusus 81 Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).

Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak Banten tahun 2020.

Selama kariernya sebagai prajurit TNI, Wahyudi pernah menjadi anggota Satgas Muhibah dan terlibat dalam pembebasan sandera KMV Sinar Kudus oleh perompak Somalia di Somalia pada 2011 silam.

Hal ini diketahui dari unggahan Instagram sang istri, Juliana Moechtar, saat Wahyudi menjadi Komandan Upacara Parade saat HUT ke-72 Kopassus pada April 2024 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, aksi penculikan terhadap anak buah kapal (ABK) KMV Sinar Kudus bermula saat mereka dalam perjalanan menuju Belanda.

Mereka membawa muatan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk senilai Rp1 triliun.

Namun, saat tiba di perairan Teluk Aden, Somalia, pada 16 Maret 2011, kapal mereka dibajak.

Para perompak Somalia meminta uang tebusan dan pemerintah hanya memiliki waktu 1,5 bulan untuk menyelamatkan para sandera.

Susilo Bambang Yudhyono (SBY) yang saat itu menjabat sebagai Presiden, langsung menggelar rapat untuk membahas operasi penyelamatan para sandera.

Hasilnya, disepakati pembebasan kapal dan ABK KMV Sinar Kudus dilakukan dengan operasi militer khusus.

SBY juga menyetujui pasukan yang dikerahkan untuk membebaskan sandera berasal dari unsur Marinir, Kopassus, Kopaska, dan Kostrad TNI.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved