Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Agama Pemersatu Bangsa

Setiap agama selalu mengajarkan tentang kebersamaan, tolong menolong, bekerjasama, menghormati, dan mencintai antar sesama.

Editor: Sudirman
Ist
Muhammad Tariq, Alumnus UIN Alauddin Makassar, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir / Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial 

Oleh: Muhammad Tariq

Penulis Buku “Lintas Analisis Kritis”. Pegiat Literasi dan Pemerhati Sosial

TRIBUN-TIMUR.COM - AGAMA adalah sebuah ajaran tentang eksistensi Tuhan, manusia, alam, dan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku selama hidup agar selamat, baik di dunia maupun di akhirat.

Setiap agama selalu mengajarkan tentang kebersamaan, tolong menolong, bekerjasama, menghormati, dan mencintai antar sesama.

Kasih sayang antar umat beragama menjadi salah satu inti dari ajaran agama.

Tidak ada agama yang memerintahkan untuk saling membenci, membuat keributan, dan apalagi saling membunuh antara sesama.

Agama mengajarkan kedamaian dan keselamatan bersama, khususnya agama Islam sangat memperhtikan semua itu.

Dengan keterbatasan intelektual, hemat penulis memahami agama Islam adalah agama samawi atau agama langit yang dibawa oleh Rasulullah SAW atas perintah Allah SWT.

Kata “Islam” sendiri berasal dari kata dalam bahasa arab aslama yang berarti selamat.

Sejahtera atau berserah diri. Islam juga berarti kedamaian, dan keselamatan yang berdasarkan penyerahan diri kepada Allah SWT.

Islam juga dimaknai dengan perbuatan bijak oleh orang yang menganut agama islam disebut dengan sebutan muslim
Dalam Islam perbedaan suku dan keberagaman manusia bukanlah menjadi halangan untuk mempersatukan umat manusia.

Tapi adanya perbedaan itu seharusnya membuat manusia saling megenal dan mengajarkan manusia akan toleransi serta sikap saling menghargai.

Dan hanya agama Islamlah yang mampu menjadikan umat manusia bersatu.

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, Islam merupakan agama yang telah mempersatukan tanah arab dan membuat timur tengah menjadi poros dunia di abad pertengahan.

Padahal pada perkembagan awal islam, bangsa arab dikenal dengan sifat kesukuan mereka yang kental.

Seringnya perang antar suku yang terjadi di sana. Bangsa arab juga sangat mengagung-angungkan suku mereka serta masyarakatnya dikenal sangat berani dalam berperang.

Setelah datangnya Islam di jazirah Arab, bangsa Arab menjadi bersatu dibawah panji Islam.

Persatuan itu menyebar dari tanah Arab menuju seluruh wilayah di timur tengah bahkan hingga ke Asia Timur, Eropa dan Afrika.

Dalam perkembangannya peradaban dunia bertumpu pada Negara Islam. Seperti yang telah dilakukan pada masa dinasti Abbasiyah.

Bahkan terbentuknya bangsa Indonesia sekarang ini merupakan hasil dari proses panjang integrasi nasional yang terjadi pada masa kerajaan kerajaan islam di abad 15.

Dimana islam yang berkembang di nusantara membentuk suatu integritas Nasional secara perlahan-lahan dan menyatukan seluruh masyarakat.

Walaupun dalam proses penyatuan ini terdapat banyak gangguan terutama dari kolonialisme dan imperialisme bangsa barat, namun akhirnya Islam tetap menjadi aktor utama dalam proses kemerdekaan Indonesia.

Yaitu peranan organisas-organisasi Muslim yang telah mengkoordinir dan mengumpulkan massa.

Dan rakyat pribumi berperang dimedan perang dengan mengumandangkan takbir untuk mempertahankan keedaulatan negeri.

Jika kita memaknai dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila dan UUD 1945, Islamlah yang menjadi landasan dasar dari konstitusi di Indonesia.

Hal ini nampak dalam kalimat “atas berkat rahmat Allah” di dalam pembukaan UUD 1945.

Tak ada agama yang menybut tuhannya Allah kecuali Islam.

Dalam salasatu butir pancasila yaitu “Ketuhanan yang maha esa” juga mencerminkan ajaran islam mengenai kesaan tuhan secara implisit.

Serta makna kalimat Bhinneka Tunggal Ika di dalam lambang burung Garuda juga selaras dengan ajaran islam.

Walaupun kalimat itu bersumber dari kitab Negarakertagama namun makna akan adanya persatuan di tengah banyaknya perbedaan sesuai dengan Firman-Nya

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling kenal mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” QS. Al Hujurat : 3.

Namun dalam perkembagan di era modern, mulai tumbuh rasa phobia terhadap islam atau yang lebih dikenal dengan Islamophobia.

Sehingga menimbulkan kesan bagi masyarakat dunia akan buruk dan kejamnya agama islam dalam menyebarkan agamanya.

Padahal sebenarnya Islam mengajarkan sikap toleransi, cinta damai dan tidak memaksakan kehendak ketika berdakwah.

Jelas ini merupakan fitnah yang muncul karena kecemburuan terhadap Islam.

Walaupun islam sekarang dituduh sebagai agama terorisme, fakta sejarah telah membuktikan bahwa Islam telah menyebarluaskan agamaya dengan perdamaian. Dan telah mempersatukan umat-umat yang telah memeluk Islam.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved