Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel 2024

Potensi PPP PKB PDIP Koalisi Lawan Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi

PPP PKB dan PDIP potensi melawan bakal calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi. 

Editor: Muh Hasim Arfah
dok tribun timur
Koalisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) potensi melawan bakal calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel 2024. Moh Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad berpeluang diusung. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Koalisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) potensi melawan bakal calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel 2024

Ketiga partai ini mempunyai total 22 kursi. 

Artinya melebihi syarat minimal 17 kursi di DPRD Sulsel hasil Pemilu 2024. 

Dukungan resmi partai di pilkada serentak harus dibuktikan dengan formulir resmi KPU (B1/KWK). Formulir lampiran ini wajib disetorkan pasangan calon saat pendaftaran resmi di KPU, 27-29 Agustus 2024.

Lalu siapa yang akan didorong ketiga partai ini? 

Pertama adalah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. 

Baca juga: PKB Buka Peluang Usung Danny Pomanto Maju Pilgub Sulsel 2024

Danny Pomanto, sapaan akrabnya, sudah mengantongi surat tugas dari PPP dan PDIP. 

Artinya, kursi Danny belum cukup. 

Terakhir, ada opsi PKB masuk dengan menggandeng Azhar Arsyad menjadi calon wakil gubernur. 

Sehingga, Danny-Azhar pun mencuat. 

Belakangan ada juga beredar pasangan Syafruddin Kambo-Indah Putri Indriani. 

Namun, pasangan ini masih sekadar isu. 

Belum ada pergerakan dari Syafruddin dan Indah Putri Indriani

Wakil Ketua Umum DPP PPP, Amir Uskara menyampaikan, saat ini masih dinamis. 

Baca juga: Viral Flyer Syafruddin - Indah Putri Indriani Jelang Pilgub Sulsel, Kami Beda dengan Satua

“Bulan Agustus ini elite partai akan mengkristal dukungan. Semoga sudah ada sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya, beberapa waktu lalu. 

Saat ini, pasangan bakal calon gubernur-calon wakil gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi sudah melaju duluan. 

Partai Nasdem dan Partai Demokrat sudah mendeklarasikan pasangan ini. 

Selain itu, ada juga Partai Gerindra. 

Artinya, rekomendasi partai pasangan Sudirman-Fatma sudah cukup untuk mendaftar di KPU 27-29 Agustus 2024. 


Peluang PKB Usung Danny 

DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan (Sulsel) membuka peluang mengusung Moh Ramdhan "Danny" Pomanto di Pemilihan Gubernur Sulsel atau Pilgub Sulsel 2024.

Peluang diusungnya Danny jika saja berpasangan dengan Azhar Arsyad di Pilgub Sulsel mendatang.

Apalagi, Danny saat ini masih membutuhkan tiga kursi lagi untuk mencukupkan jumlah persyaratan kursi untuk mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur.

Tentu saja, saat ini PKB menjadi partai penentu agar tidak terjadi kotak kosong di Pilgub Sulsel.

Apalagi saat ini, PKB menjadi partai yang belum menentukan arah di Pilgub Sulsel.

PKB memiliki jumlah delapan kursi di parlemen Sulsel pada pemilu 2024 kemarin.

Apalagi, saat ini Danny telah mendapatkan rekomendasi dari PPP dengan delapan kursi mereka untuk maju di Pilgub Sulsel.

Danny yang juga menjadi kader PDIP masuk dalam kader prioritas PDIP untuk bertarung di Pilgub Sulsel.

Artinya dibutuhkan tiga kursi lagi agar Danny dapat mendaftarkan dirinya di kontestasi lima tahunan tersebut.

Sekretaris PKB Sulsel Muhammad Haekal mengatakan, PKB membuka peluang berkoalisi dengan siapapun.

"Kalau secara potensi koalisi dengan pak Danny atau dengan siapapun, karwna kita kan punya delapan kursi di provinsi," katanya saat dihubungi, Senin (29/7/2024).

Adapun kata Haekal, jika saja Danny memilih mengajak kader mereka untuk berpasangan maka peluang berkoalisi akan lebih besar.

"Kalau misalkan mengajak kader tentu potensi koalisinya besar," ungkapnya.

"Itu beda dibandingkan kalau hanya sekedar mengajak saja tapi tidak ada kader yang diajak (mendampingi) untuk didorong maju," tambah dia.

Lanjut Haekal, jika ketua partai merek maju tentu sesuatu yang tidak mustahil atau memungkinkan untuk berkoalisi dengan pasangan tersebut.

"Apalagi namanya politisi tujuannya menduduki eksekutif atau legislatif dan itu hal yang wajar dan potensinya besar," jelasnya.(tribuntimur.com/renaldi cahyadi)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved