Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Solo

Siapa Mangkunegara X? Calon Wali Kota Solo Disiapkan Kaesang Pangarep Jadi Penerus Gibran Rakabuming

Gusti Bhre disiapkan menjadi penerus Gibran Rakabuming Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Solo / Surakarta.

Editor: Sudirman
Ist
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara X atau Bhre Chakrahutomo Wira Sudjiwo alias Gusti Bhre bakal maju sebagai calon Wali Kota Surakarta di Pilwakot Surakarta 2024 setelah diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI).  

Sehingga sudah sesuai dengan paugeran atau aturan naik tahta sebagai Adipati dan kemudian dilantik sebagai KGPAA. Mangkunegara X.

Semua isu ini kemudian selesai setelah beredarnya pengumuman dari perwakilan kerabat inti yang ditandatangani oleh dua orang saudara ayahnya, GRAy Retno Satuti Suryohadiningrat (Gusti Nuk) dan GRAy.

Retno Rosati Notohadiningrat (Gusti Roos), yang pada intinya adalah menyetujui Gusti Bhre sebagai penerus Pengageng Pura.

Prestasi

GPH Bhre merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Dari laman resmi Puro Mangkunegaran diketahui dia pernah meraih prestasi di kancah internasional.

Pada 2018 GPH Bhre dan timnya mendapat gelar Champion pada sesi final Pre-Moot Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot yang ke-10 di Praha, Republik Ceko.

Dia mengikuti Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot (Vis Moot) dengan posisi timnya di ranking 4 dari 53 tim.

Itu adalah pertandingan pengadilan semu yang diselenggarakan oleh Pace Law School, Vis Moot Foundation dan United Nations Commission on International Trade Law.

Pre-moot adalah pemanasan para peserta untuk memperbaiki argumen dan latihan tanding sebelum terjun ke ajang Vis Moot.

Pre-moot diikuti oleh 30 universitas dari seluruh dunia dan merupakan salah satu kegiatan pre-moot paling bergengsi di Eropa.

Sebagai generasi milenial, GPH Bhre berpandangan bahwa kebudayaan menjadi harga diri dan identitasnya.

"Saya menyadari bahwa Pura Mangkunegaran memiliki warisan budaya luhur yang tidak serta merta, dapat diturunkan secara biologis. Namun, berusaha mlampahaken (menjalankan), sebagai dapat diwariskan pada generasi yang akan datang," ujar GPH Bhre.

Menurutnya kebudayaan terikat dengan kegiatan sehari-hari, mulai dari cara menjalankan hidup, cara makan, berpakaian, berbicara, berkesenian, juga apa yang dihasilkan.

"Saya mengajak seluruh insan masyarakat dan masyarakat indonesia, khususnya Surakarta. Bersama-sama mengamalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan kepada kita, melestarikan, dan terus mengembangkan kebudayaan Mangkunegaran," kata GPH Bhre.

Tribunnews

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved