Kasus DBD Bulukumba
Dinkes Libatkan Instansi Lain Tangani DBD di Bulukumba
Dinas setempat telah melakukan kolaborasi bersama. Kerjasama itu dengan melibatkan instansi lintas sektor
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU-Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Bulukumba, Sulawesi Selatan menyikapi tingginya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu.
Dinas setempat telah melakukan kolaborasi bersama.
Kerjasama itu dengan melibatkan instansi lintas sektor.
" Langkah kami melakukan koordinasi berbagai program dan lintas sektor dalam melakukan penanggulangan DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bulukumba, dr. Amrullah.
Seperti melibatkan Dinas Pendidikan, tenaga guru pendidik agar mengedukasi para peserta didik terhadap potensi berkembanya nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu melibatan kader dan lintas sektor dalam kegiatan survey jentik di lapangan.
Termasuk meminta peranan pemerintah desa dan kelurahan agar menerapkan masyarakat hidup bersih.
Mengambil keputusan bersama tentang langkah-langkah konkret yang harus diambil dalam hal penganggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.
Dinkes juga aktif melibatkan masyarakat dalam upaya penanggulangan DBD.
Menerapkan kegiatan 3M plus di masyarakat dengan cara melakukan kerja bakti minimal sekali dalam sepekan secara berkesinambungan.
Kini berjumlah 267 orang pasien DBD telah ditangani medis.
Jumlah pasien tersebut tercatat pada 1 Januari tahun 2024 hingga hari ini.
Jumlah ini terus mengalami peningkatan setiap bulannya.
" Sekarang ini ada 267 orang warga yang telah terkena penyakit DBD selama tahun ini dan tiga orang diantaranya meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, kepada TribunBulukumba.com, Senin (15/7/2024).
Pasien terbanyak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah H. Sulthan Dg Radja Bulukumba.
Sebagian ada yang telah dirawat di puskesmas kecamatan.
Sedang daerah penyebarannya berasal dari sejumlah kecamatan.
Seperti asal Kecamatan Rilau Ale, Ujung Loe, Ujung Bulu, Bontotiro dan Kecamatan Rilau Ale.
Sedang Amrullah menyebut bahwa daerah yang potensial yakni wilayah pesisir Bulukumba.
Karena nyamuk aedes lebih mudah berkembang di daerah panas.
Para penderita DBD ini umumnya berasal dari anak-anak.
Nyamuk Aedes disebabkan karena saat ini Bulukumba sedang memasuki musim pancaroba.
Tidak menentunya cuaca tersebut mengakibatkan mudahnya nyamuk berkembang dan mengakibatkan warga jadi korban.
DBD atau Dengue Hemorrhagic Fever adalah penyakit menular yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue.
Jenis nyamuk Aedes lainnya seperti Aedes albopictus, Aedes polynesiensis, dan Aedes scutellaris juga bisa menjadi vektor virus dengue tetapi tidak seefektif Aedes aegypti. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.