Korupsi
Kabar Terbaru Megakorupsi Timah Rp271 T, Mantan Dirjen Kementerian ESDM Tersangka
Megakorupsi Rp271 triliun kini masih dalam tahap penyidikan Mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM periode 2015-2022, Bambang Gatot Ariyono.
TRIBUN-TIMUR.COM- Mega korupsi timah Rp271 triliun kini masih dalam tahap penyidikan.
Update berita terbaru per Mei 2024.
Tersangka korupsi timah ini sudah mencapai 22 orang.
Satu orang yang baru ditetapkan menjadi tersangka adalah mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM periode 2015-2022, Bambang Gatot Ariyono.
Baca juga: Ingat Sosok Thamron alias Aon Bos Timah Paling Kaya di Pusaran Korupsi Timah Rp 271 Triliun
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi, mengatakan Bambang ditetapkan tersangka setelah penyidik menemukan alat bukti.
Bambang diduga terlibat dalam upaya merubah Rencana Kerja Dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2019.
Dimana seharusnya dalam RKAB sebesar 30.217 metrik ton, diubah menjadi 68.300 metrik ton.
"Yang bersangkutan dipersalahkan karena pada periode tahun 2018-2019 yang bersangkutan secara melawan hukum telah merubah RKAP tahun 2019," ungkap Kuntadi.
"Perubahan ini sama sekali tidak dilakukan dengan kajian apapun. Belakangan kita tahu, berdasarkan alat-alat (bukti) yang ada, perubahan tersebut dalam rangka untuk memfasilitasi aktivitas transaksi timah yang diproduksi secara ilegal," imbuhnya.
Bambang Gatot Ariyono sendiri lahir di Blora, 9 April 1960.
Baca juga: Ingat Korupsi Rp940 M Djoko Tjandra, 5 Kali Lebih Ringan dari Vonis SYL
Bambang mulai dilantik Menjadi Dirjen Minerba pada 2015 lalu oleh Menteri ESDM pada saat itu yakni Sudirman Said.
Bambang Gatot Ariyono sendiri sempat menjabat beberapa posisi penting di Kementerian ESDM. Misalnya saja sebagai Kasubdit Pengembangan Layanan Bisnis, Kasubdit Pengembangan Investasi, Kerja sama Mineral dan Panas Bumi.
Kemudian menjabat Kepala Bisnis Mineral dan Batubara hingga tahun 2013 dan Staf Ahli Kementerian ESDM bidang Ekonomi dan Keuangan sejak tahun 2014 hingga tahun 2015.
Bambang Gatot Ariyono merupakan lulusan Fakultas Teknik Geologi dari Universitas Pembangunan Nasional - Veteran Yogyakarta pada tahun 1987, dan melanjutkan pendidikannya pada program Magister Manajemen dari IPWI Jakarta pada tahun 1997. Ia berhasil meraih gelar Doktor dari Ecola Nationela Mines De Paris pada tahun 2002.
Identitas Tersangka
| Warga Laporkan Dugaan Korupsi Rudenim Makassar ke Kejari Gowa |
|
|---|
| Imigrasi Cabut Paspor Orang Terkaya ke-85 Indonesia Riza Chalid Akibat Kasus Korupsi Minyak Mentah |
|
|---|
| Gaya Hedon Mahasiswa Nadia Tuntut Barang Mewah Bikin Hakim Geram: Ibumu Tak Punya Warisan! |
|
|---|
| Nadia Minta BMW dan Tas Mewah, Ibunya Terseret Kasus Korupsi Rp2 Miliar |
|
|---|
| Gaya Hidup Mewah Nadia Anak Pejabat Pekanbaru Seret Ibunya ke Meja Hijau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tersangka-kasus-korupsi-timah.jpg)