Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bunga Rosella Bisa Obati Kanker Usus

Tanaman bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) kini bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk terapi kanker usus.

Editor: Edi Sumardi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi bunga rosella. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tanaman bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) kini bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk terapi kanker usus.

Ini berdasarkan temuan dari tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin dan ditulis dalam karya berjudul “Kombinasi Mikropartikel Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) dan Colon-Targeted Capsule untuk Meningkattkan Efektivitas Senyawa Antosianin dalam Terapi Colorectal Cancer”

Marwah, mahasiswa yang meriset khasiat bunga rosella mengatakan, “Kanker itu memang suatu penyakit yang ganas, dan masih sangat kurang dalam pengobatannya, bahkan pengobatannya itu masih sangat berbahaya, seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, masing-masing masih banyak kekurangannya  Itu sangat merugikan bagi si pasien, dan juga menginingat gaya hidup anak-anak muda saat ini, yang banyak sekali mengonsumsi junk food dan sebagainya. Itu merupakan suatu pemicu yang sangat dapat menyebabkan colorectal cancer sendiri, sehingga kami menganggap masalah tentang colorectal cancer ini adalah sesuatu yang urgent."

Demikian siaran pers diterima Tribun-Timur.com, Senin (8/7/2024).

Memanfaatkan senyawa hasil metabolit sekunder dari tanaman rosella, tim ini mencoba mencari alternaatif lain yang sekiranya minim akan efek samping untuk terapi kanker.

Mereka lalu menemukan bahwa senyawa antosianin dari bunnga rosella berpotensi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Rosella merupakan spesies bunga yang berasal dari benua Afrika.

Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin di musim panas.

Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Adakalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula.

Di Mesir, rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin.

Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk.

Tak jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung.

Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved