Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

Mahasiswa KKN Unhas Perkenalkan Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Dua SD di Sidrap

Tiga pertemuan dilakukan di kelas V UPT SD Negeri 4 Wette’e, sementara tiga pertemuan lainnya berlangsung di kelas IV, V, dan VI SD Negeri 3 Wanio.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
citizen reporter/Ist
KKN - Mahasiswa KKN Unhas.  Herdayanti, menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar di Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap.  

TRIBUN-TIMUR.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas), Herdayanti, menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar di Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap. 

Program kerja individu bertajuk Pembelajaran Bahasa Inggris Dasar yang Interaktif dan Menyenangkan dilaksanakan selama tiga pekan di dua sekolah, yakni UPT SD Negeri 4 Wette’e dan SD Negeri 3 Wanio.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam enam kali pertemuan.

Tiga pertemuan dilakukan di kelas V UPT SD Negeri 4 Wette’e, sementara tiga pertemuan lainnya berlangsung di kelas IV, V, dan VI SD Negeri 3 Wanio.

Program ini dirancang menyesuaikan karakteristik siswa sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan operasional konkret, sehingga proses belajar dikemas secara aktif, partisipatif, dan berbasis aktivitas.

Herdayanti memanfaatkan fasilitas sekolah berupa smart TV sebagai media pendukung pembelajaran.

Setiap pertemuan diawali dengan kegiatan ice breaking dan bernyanyi bersama untuk menciptakan suasana belajar yang rileks serta meningkatkan kesiapan siswa sebelum memasuki materi inti.

Pada minggu pertama, pembelajaran difokuskan pada pengenalan kosakata dasar Bahasa Inggris.

Siswa diajak menyusun huruf acak menjadi kata sederhana, menuliskan jawaban di papan tulis, serta mencocokkan kosakata dengan gambar.

Metode ini bertujuan membantu siswa memahami materi secara konkret melalui visual dan aktivitas langsung.

Memasuki minggu kedua, pembelajaran dilanjutkan dengan kerja kelompok dan permainan bahasa.

Siswa secara bergiliran mengisi kertas tempel berwarna di papan tulis serta mengikuti permainan menebak dan menuliskan kosakata Bahasa Inggris.

Kegiatan ini dirancang untuk melatih kerja sama, keberanian, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris.

Sementara pekan ketiga, pembelajaran difokuskan pada evaluasi melalui kuis berbentuk teka-teki serta pengerjaan lembar kerja (worksheet).

Evaluasi disesuaikan dengan tingkat kelas dan materi yang telah dipelajari agar siswa tidak merasa tertekan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved