Pilkada Solo
Hasil Survei Terbaru Pilkada Solo: Kaesang Pangarep Kalah dari Wakil Gibran Rakabuming Raka
Hasil survei Jejaring Analiytics, Research and Communication Consulting (JARCOMM), nama Kaesang Pangarep berada posisi ketiga.
TRIBUN-TIMUR.COM - Nama Kaesang Pangarep masuk dalam bursa calon Wali Kota Solo.
Ia digadang-gadang akan menggantikan Gibran Rakabuming Raka yang terpilih menjadi Wakil Presiden RI.
Hasil survei Jejaring Analiytics, Research and Communication Consulting (JARCOMM), nama Kaesang Pangarep berada posisi ketiga.
Survei yang dilaksanakan pada 27 Juni sampai 2 Juli 2024 itu menyasar pemilih pemula atau Gen Z hingga Millenial antara umur 17 hingga 40 tahun.
JARCOMM merilis nama-nama pilihan teratas berpotensi memimpin Solo, mulai dari KGPAA Mangkunegara X (Gusti Bhre), Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, hingga Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep.
Baca juga: Penyebab Duet Anies - Ahok Tak Akan Terwujud Pilgub DKI Jakarta, Bagaimana Nasib Kaesang Pangarep?
Hasilnya, Gusti Bhre menempati urutan pertama, disusul Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa berada di urutan kedua.
Teguh Prakosa merupakan Wakil Gibran Rakabuming Raka.
Kemudian disusul nama Kaesang Pangarep di urutan ketiga yang masing-masing selisih margin berdekatan.
"Di kalangan anak-anak muda atau kalangan Gen Z dan Millenial, Gusti Bhre menjadi pilihan pertama, kemudian disusul Pak Teguh, lalu selanjutnya Kaesang Pangarep," ungkap Manajer Eksekutif Jarcomm, Yuhan Perdana, Jumat (5/7/2024).
Perdana melanjutkan, pada simulasi 8 nama calon wali kota, Gusti Bhre menduduki posisi teratas dengan perolehan 31,8 persen, disusul Teguh Prakosa 27,0 persen.
Sementara Kaesang Pangarep di posisi tiga sebesar 23,4 persen.
Lalu Sekar Tandjung Ketua Golkar Solo sebesar 4,2 persen dan Ferry Indrianto yang merupakan Ketua Kadin Solo, sebesar 3,9 persen.
Adapun sejumlah tokoh yang selama ini digadang-gadang maju, di antaranya ada Astrid Widayani yang juga Rektor UNSA, memperoleh 2,2 persen persen, disusul HM Mashuri 1,0 persen dan Her Suprabu 0,8 persen.
Sementara ada 5,3 persen persen tidak tahu atau tidak/belum menjawab.
Menurut Yuhan, alasan responden memilih tokoh yang berada di posisi lima besar yakni Gusti Bhre, Teguh, Kaesang, Sekar hingga Ferry dianggap merakyat dan santun, membawa perubahan serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.