Opini
Roma Tak Dibangun Dalam Sehari
Di Piala Dunia 2006 mereka melaju ke final, 9 Juli 2006, dan Italia tampil sebagai juara setelah mengalahkan Perancis dalam adu penalti.
Sangat sedikit penggemar yang tiba di bandara, kontras sekali dengan suasana pada tiga tahun lalu setelah kemenangan Italia melawan Inggris di Stadion Wembley.
Tatkala Tiba di Roma, hampir tidak ada orang yang datang dan menyapa mereka.
Surat kabar terkenal Italia,La Gazzetta dello Sport,menggambarkan suasana kedatangan tim asuhan Luciano Spalletti Sebagai Silenzio e malinconia: il triste arrivo degli azzurri a Malpensa(keheningan dan melankolis: kedatangan menyedihkan Azzurri di Malpensa).
Italia terpuruk dalam jurang setelah tersingkir dari Euro 2024 pada di tangan Swiss dengan cara yang memalukan, tulis The Japan Times.
"Saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi," ujar Spalletti kepada wartawan.Sepuluh Bulan yang lalu, ia menangani Squadra Azzuri, setelah pengunduran diri Roberto Mancini.
Harian Italia lainnya, Dazn, melukiskan bahwa setelah kekalahan, tiba saatnya hari Robespierre.
Sebagai Makita Ketahui Maximilien François Marie Isidore de Robespierre Robespierre, yang dicap sebagai diktator gagal oleh sayap kanan dan moderat oleh sayap kiri, melihat dukungan rakyat terhadap nya runtuh.
Pada malam hari tanggal 28 Juli 1794, sekitar 17.000 orang dieksekusi secara resmi, dan sebanyak 10.000 orang meninggal di penjara tanpa diadili.
Dari 22 orang pertama yang dihukum, terdapat Robespierre.
Jadi penggal dengan guilot Di hadapan massa yang bersorak-sorai di Place de la Révolution (sekarang Place de la Concorde).
Inilah yang dimaksud azndenganhari Robespierre, yang berarti hari penghakiman di mana guillotine harus dijatuhkan untuk “memenggal” mereka yang harus disingkirkan.
Semua harus dibuang, timnas harus dibangun kembali dari awal.
Tim nasional sekarang sudah menjadi masa lalu.
Yang sudah tua harus dibuang.
Toh banyak punggawa muda usia.
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
| Makna Filosofis Sejarah Pohon Sawo Ditanam Presiden Soekarno Awal Tahun 1965 di Badiklat Kejaksaan |
|
|---|
| Manajemen Talenta: Harapan Baru Birokrasi Sulsel? |
|
|---|
| Fantasi Kerugian 1 Triliun Dalam Kasus Kuota Haji |
|
|---|
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Willy-Kumurur-1-7112023.jpg)