Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aprindo: Pemerintah Diprediksi Masih Impor Gula Tahun Ini

Asosiasi Peritel Indoneisa (Aprindo) memprediksi pemerintah masih akan melakukan impor gula pada tahun ini. 

dok pribadi
Ilustrasi gula. 

TRIBUN-TIMUR.COM - JAKARTA - Asosiasi Peritel Indoneisa (Aprindo) memprediksi pemerintah masih akan melakukan impor gula pada tahun ini. 

Berdasarkan hitung-hitungan Aprindo, produksi gula nasional masih tidak mencukupi untuk kebutuhan nasional hingga akhir tahun ini.

“Untuk ritel saja kita dapat pasokan dari panen giling Juni, Juli, Agustus 250 ribu ton per bulan. Sementara total panen tahun ini berapa? Ditambah September kita enggak ada penggilingan lagi jadi yang ada kita harus impor enggak cukup soalnya,” ujar Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, dikutip di Kompas.com, Sabtu (29/6/2024).

Dalam kesempatan sama, Roy juga menyambut baik ihwal dilanjutkannya relaksasi harga gula yang ditetapkan sebesar Rp17.500 per kilogram. 

Adapun relaksasi itu dilanjutkan hingga Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang Perubahan Kedua atas Perbadan Nomor 11 Tahun 2022 yang mengatur harga acuan pemerintah (HAP) gula konsumsi yang baru diterbitkan.

Sebelumnya relaksasi harga gula di tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp17.500 per kilogram hanya berlaku sampai 30 Juni 2024. 

Roy bilang jika pemerintah tak melanjutkan relaksasi gula dikhawatirkan akan membuat kelangkaan pada gula di ritel. 

Roy juga menyatakan pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah agar relaksasi harga acuan gula di tingkat konsumen diimplementasikan di ritelnya. 

“Kita mengapresiasi kebijakan perpanjangan relaksasi gula dan kita akan jalankan perintah tersebut Karen di ritel enggak mungkin beli mahal tapi jual murah, yang ada kita rugi daripada rugi? Tapi efeknya akan ada kelangkaan,” jelasnya. 

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) tak menampik bahwa tahun ini Indonesia akan melakukan pengadaan impor gula

Namun jumlahnya dipastikan akan lebih rendah jika dibandingkan tahun yang lalu. 

Hal itu lantaran Arief menilai, nilai produksi gula dalam negeri lebih baik dari tahun sebelumnya. 

Kementan memprediksi produksi gula nasional akan mencapai 2,6 juta ton. 

Sementara jumlah kebutuhan gula secara nasional mencapai 3,4 juta ton. 

“Untuk kebutuhan gula nasional di angka 3,4 juta ton setahun. Untuk memenuhi kebutuhan nasional memang masih diperlukan pengadaan dari luar,” kata Arief.

“Namun perlu kita apresiasi, tahun ini rencana impor lebih kecil dari tahun lalu yang berada di posisi lebih dari satu juta ton. Ini merupakan langkah awal yang baik dalam mewujudkan swasembada gula," ujar Arief dalam keterangan resmi. (kompas.com).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved